Jepara, ISKNEWS.COM – Kepulauan Karimunjawa dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi destinasi wisata yang banyak diminati oleh masyarakat. Jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah terluar Jepara itu pun terus meningkat setiap tahunnya. Hanya saja, seiring dengan tumbuhnya pariwisata itu, pengelolaan sampah dan ketersediaan air bersih menjadi masalah yang perlu dicarikan solusi.
Saat ini pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), di Karimunjawa yang dianggap sebagai salah satu solusi mengatasi sampah, sudah direncanakan beberapa tahun ini. Hanya saja, keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Jepara menyebabkan rencana itu hingga kini belum terealisasi.
Kepala DLH Kabupaten Jepara menilai, perkembangan pariwisata memang memberikan efek positif bagi perekonomian warga, hanya saja dampak lainnya yakni timbulnya banyak sampah. “Berbagai syarat pendukung di TPA sudah tersedia mulai dari dokumen UPL, lokasi sell, hingga status tanah sudah bersertifikat. Untuk itu, kami mohon bisa dibantu, sebab sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jepara, Japar mengemukakan, Karimunjawa sebagai destinasi unggulan perlu mendapatkan perhatian, karena air laut Karimunjawa yang jernih, tercemari oleh banyaknya sampah. Dalam setiap Musrenbang, masyarakat Karimunjawa selalu meminta agar dibuatkan TPA.
“Sekali lagi kami mohon TPA Karimunjawa sangat kami harapkan, agar Karimunjawa menjadi lebih sehat, indah dan bersih. Jika tidak jadi dibangun, kami merasa malu dan kecewa, lantaran usulan pembangunnya sudah kami masukkan dalam APBD, dan syaratnya sudah kami penuhi. Semoga dana tujuh milyar untuk pembangunan TPA bisa terealisasi tahun ini.” harap Japar di hadapan pejabat yang hadir. (ZA/RM)








