Pemeriksaan Hartopo oleh Kejari Menjadi Indikator Akan Adanya Tersangka Baru Kasus KONI Kudus

oleh -857 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kedatangan mantan Bupati Kudus, Hartopo ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus pada Selasa (20/02/2024) untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus tahun anggaran 2021-2022, mengindikasikan bahwa dalam perkara ini masih akan berkembang. Hal tersebut diungkapkan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Riyanto.

Menurut Ketua LSM Anak Bangsa Pejuang Pancasila (ABPP) Kudus dikatakan, Kejari Kudus sudah menetapkan satu tersangka yakni mantan ketua KONI berinisial IT. Akan tetapi, setelah penyidik Kejari menetapkan satu tersangka, beberapa pengurus KONI maupun ketua pengurus kabupaten (Pengkab) atau cabang olahraga juga masih dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Pemahaman saya, ketika seseorang ditetapkan sebagai tersangka artinya penyidik sudah mendapatkan peristiwa pidananya termasuk minimal dua alat bukti, serta saksinya,” jelas Riyanto kepada isknews.com.

Bahkan, lanjutnya, pemanggilan mantan bupati untuk kedua kalinya dia menduga akan adanya tersangka lain selain IT. Jika mencermati proses penyelidikan oleh Kejari Kudus hingga meningkat ke penyidikan dan akhirnya menetapkan satu tersangka, apa tujuannya memanggil beberapa orang lagi untuk dimintai keterangan.

“Sejak kasus KONI menjadi perhatian publik, kita dari LSM ABPP sering diskusi dengan praktisi hukum termasuk dua kali melakukan audiensi ke Kejari Kudus. Dari hal tersebut, kami berkesimpulan perkara dugaan penyelewengan dana KONI tidak dilakukan seorang diri oleh ketuanya saat itu, tetapi kerugian keuangan negara itu mengalir ke lebih dari satu orang,” tambahnya.

Untuk itu, masih kata Riyanto, pihaknya bersama beberapa masyarakat peduli olahraga di Kudus berencana akan meakukan audiensi lagi ke Kejari Kudus untuk memastikan kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara Tipikor ini. Dalam audiensi nanti, pihaknya juga akan menyampaikan beberapa indikasi terkait kemungkinan adanya oknum yang menerima aliran dana hibah KONI 221-2022.

“Kami juga akan memberi semangat kepada IT untuk mengajukan diri sebagai justice collaborator (jc) dalam persidangan mendatang. Saya yakin, tersangka IT pasti mengetahui kemana saja uang yang disangkakan kepadanya itu mengalir. Yang jelas, penegakan hukum harus dijalankan secara fair dan berkeadilan dimana yang salah harus menanggung resikonya secara hukum,” tandasnya.

Seperti diketahui, selain Hartopo beberapa ketua cabang olahraga dimana beberapa diantaranya adalah anggota DPRD Kudus aktif juga sempat diperiksa sebagai saksi. Dan, apakah selain IT ada oknum lain yang menikmati uang rakyat setelah dihibahkan ke KONI melalui APBD, tentunya hanya mantan ketua yakni IT yang mengetahuinya.

Terpisah, Kepala Seksi intelijen (Kasi Intel) Kejari Kudus Wisnu N Wibowo melalui pesan singkat WhatsApp membenarkan adanya kemungkinan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kudus tahun anggaran 2021-2022. Dia juga membenarkan adanya kemungkinan pemanggilan beberapa orang untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

“Untuk pemanggilan saksi dan ada tersangka baru sangat mungkin,” jawabnya singkat.

Sementara disinggung apakah tersangka IT pernah memberikan keterangan terkait aliran uang yang disangkakan sebagai kerugian negara kepada oknum lain, Wisnu N Prabowo menolak menjawab karena hal tersebut menjadi materi perkara. (jos)

KOMENTAR SEDULUR ISK :