Kudus, isknews.com – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215 Tahun 2021, yakni DBHCHT dialokasikan pada bidang kesehatan, penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat.

(Sumber Foto: Berliana Sekar)
Masyarakat Kelurahan Kajeksan, Kudus kini memanfaatkan DBHCHT melalui Pelatihan Pengolahan Jamur yang dilangsungkan di Jalan Kyai Noor Badri 311A Langgardalem, Kudus sejak 2 Juli hingga 22 Juli 2025 mendatang. Pelatihan ini merupakan salah satu dari banyaknya kerja sama yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus dengan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) setempat, yakni LPKS Yulia. Instruktur tata boga, Dina menyebutkan bahwa pelatihan ini turut mengajak masyarakat Kelurahan Kajeksan untuk dapat mandiri, terutama dalam menambah income keluarga.
“Adanya pelatihan ini untuk menambahkan income keluarga, dan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mandiri. Pertama untuk diri kita sendiri, kemudian untuk umum yang diseberluaskan kepada masyarakat. Supaya setelah kita latih, mereka bisa mandiri,” ungkap Dina pada Sabtu (19/07).
Pelatihan diadakan dengan cara mengajukan proposal kegiatan yang telah dirancang oleh masyarakat setempat. Pelatihan yang diajukan dapat berupa tata boga, tata busana, dan lain sebagainya.
“Kalau yang di kelurahan setempat itu biasanya bikin proposal dulu. Jadi warga setempat nanti mau pelatihan apa, karena pelatihan ini lama. Delapan belas hari, kalau memang tidak ibu rumah tangga, ya tidak mau karena lama sekali,” tutur Dina.
Dina menyampaikan bahwa pelatihan ini diadakan tiap tahun, dimana tema yang diadakan juga berbeda dengan evaluasi yang turut dilaksanakan setelah berakhirnya pelatihan.
“Kebetulan waktu itu memang adanya jamur. Saya kemarin juga tata boga bahan dasarnya dari susu. Kemudian nanti ada hasilnya, dan itu buat peserta. Nanti ada evaluasi juga di sini, seperti ada yang kurang atau gimana,” jelas Dina.
Harapan dan saran juga turut disampaikan, mulai dari menambahkan income keluarga hingga hasil yang positif untuk UMKM mandiri kedepannya.
“Harapannya tentu untuk menambah income keluarga. Lalu untuk UMKM mandiri, dan juga untuk masyarakat umum,” pungkas Dina. (Berliana)








