Pemkab Kudus Dorong Cegah Stunting Sejak Dini Lewat Edukasi dan Tablet Tambah Darah

oleh -114 Dilihat
Gerakan Cegah Stunting dengan Aksi Bergizi di MA NU Banat Kudus, Kamis (8/5/2025). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui berbagai program preventif. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Gerakan Cegah Stunting dengan Aksi Bergizi di MA NU Banat Kudus, Kamis (8/5/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Aksi ini bertujuan mengedukasi remaja putri tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar terhindar dari anemia dan risiko stunting di masa depan.

Wabup Bellinda tampak berbaur dengan para siswi, guru, dan tamu undangan dalam senam bersama di halaman sekolah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai pola hidup sehat dan konsumsi tablet tambah darah (TTD) secara serentak oleh para siswi.

Stunting tidak hanya dicegah setelah bayi lahir, tapi harus dimulai sejak remaja. Konsumsi rutin tablet tambah darah itu penting agar anak tumbuh sehat dan tidak anemia,” tegas Bellinda dalam sambutannya.

Ia juga meminta para guru untuk aktif memantau siswi agar tidak melewatkan konsumsi tablet, terutama saat menstruasi. Menurutnya, pengawasan dari lingkungan sekolah turut berperan besar dalam menyukseskan program pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dr. Andini Aridewi, menuturkan bahwa Gerakan Aksi Bergizi bukan hanya untuk menangani kasus stunting yang sudah ada, tetapi lebih pada upaya pencegahan sejak dini. Ia menekankan pentingnya pemahaman remaja terhadap pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta konsumsi tablet tambah darah.

“Penanganan stunting itu soal edukasi keluarga, asupan gizi, dan pola asuh. Maka Aksi Bergizi ini menjadi salah satu strategi penting, didukung anggaran dan kolaborasi lintas sektor di Kudus,” jelas dr. Andini.

Pemerintah juga terus menggiatkan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan edukasi kesehatan kepada masyarakat secara berkala.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kudus berharap dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas dari stunting, sejalan dengan visi “Kudus Sehat dan Indonesia Emas” tahun 2045. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :