Pemuda Kajeksan Bergerak Bersihkan Kali Sili, Bupati Kudus Dukung Gerakan Cegah Banjir

oleh -90 Dilihat

KUDUS, ISKNEWS.COM – Semangat persatuan dan gotong royong mewarnai aksi para pemuda di momen Hari Sumpah Pemuda, World Clean Up day serta Hari Santri yang ditunjukkan para pemuda Kajeksan melalui aksi bersih-bersih kawasan Kali Sili, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Minggu (1/11/2026).

Gerakan yang diinisiasi oleh para pemuda Karang Taruna, Bank Sampah, dan kelompok Program Kampung Iklim (Proklim) tersebut menjadi upaya nyata meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan.

Aksi tersebut melibatkan ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, santri, ibu-ibu PKK, jajaran TNI-Polri hingga aparatur pemerintah. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut meninjau lokasi dan melihat langsung proses pembersihan sungai yang dilakukan secara bergotong royong.

Para tokoh pemuda setempat menjadi penggerak utama kegiatan tersebut. Melalui Karang Taruna, Bank Sampah, dan Proklim, mereka mengajak masyarakat untuk tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam aksi tersebut, petugas mengerahkan alat berat untuk mengeruk material sampah yang menumpuk di kawasan Kali Sili. Pembersihan dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan membantu kelancaran aliran air, terutama menjelang meningkatnya curah hujan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga diperlukan untuk membangun kesadaran bersama agar sungai tidak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kegiatan ini dalam rangka edukasi dan mengajak masyarakat untuk hidup bersih, menjaga sungai dan tidak mencemarinya. Apalagi slogan kelurahan ini juga erat dengan nilai religi, kebersihan sebagian dari iman,” ujar Sam’ani.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi banjir pada musim hujan. Sampah yang menumpuk di aliran sungai berpotensi menghambat aliran air sehingga perlu dibersihkan secara berkala dengan melibatkan masyarakat.

“Ini juga dalam rangka menghadapi musim hujan dan rangkaian World Cleanup Day, terlebih banyak anak muda dan emak-emak yang ikut aksi bersih-bersih sungai ini,” ucapnya.

Momentum kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri. Nilai persatuan, kepedulian sosial, serta ajaran agama tentang kebersihan diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan masyarakat untuk melakukan perubahan nyata.

Ketua Bank Sampah Kajeksan, Nurul Adha, mengatakan pihaknya bersama kelompok Proklim Kajeksan berencana menata kawasan tepi Kali Sili agar lebih tertata dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah membuat taman di tepian sungai untuk memperindah kawasan sekaligus mencegahnya kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

“Salah satunya dengan membuat taman di tepi sungai agar kawasan tersebut lebih tertata dan tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah,” ujar Nurul Adha.

Penataan kawasan Kali Sili juga dinilai berpeluang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan ruang publik yang bersih dan nyaman dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk kedai kopi, untuk ikut mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang berkumpul warga.

Sementara itu, Farikha (53), salah seorang warga, mengatakan kebiasaan memilah sampah rumah tangga di Kajeksan telah berjalan lebih dari satu tahun. Sampah yang dikumpulkan warga dibawa ke tempat penampungan sementara secara berkala untuk diolah, termasuk menjadi pupuk organik.

Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah dilakukan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pertemuan PKK hingga pengajian. Warga juga diajak memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang serta saling mengingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai.

“Kebiasaan pilah sampah ini sudah berjalan lebih dari satu tahun. Kalau sanksi memang belum ada karena ini terkait dengan kesadaran warga masing-masing,” imbuhnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.