Kudus, isknews.com – Kabupaten Kudus dilanda peristiwa keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 siswa SMA Negeri 2 Kudus jadi korban setelah diduga menyantap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan data terakhir, sebanyak 117 siswa harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Kudus bersama instansi terkait bergerak cepat mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat termasuk di RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
Peristiwa tersebut berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 2 Kudus yang terpaksa dihentikan sementara.
Menurut Wakil Direktur Pelayanan RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, dr. Guntur Aryo Kuntodewo, para siswa yang dirujuk ke rumah sakitnya mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, pusing, diare, hingga lemas.
Hingga petang hari RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus tercatat menangani total 21 siswa SMA Negeri 2 Kudus yang datang dengan keluhan kesehatan akibat dugaan keracunan.
“Sejak pasien tiba, tim medis langsung melakukan pemeriksaan, observasi, serta perawatan sesuai standar pelayanan medis yang berlaku,” terang Guntur.
Ia memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan secara cepat dan terukur.
“Begitu pasien datang, tim medis kami langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh dan observasi sesuai keluhan yang dialami. Alhamdulillah, kondisi mayoritas siswa saat ini sudah membaik dan stabil,” ujarnya.
Sementara itu, Humas RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, dr. Fauzia Dina, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.
“Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 20 pasien telah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya sudah stabil dan tidak lagi memerlukan perawatan intensif,” jelas dr. Fauzia Dina.
Ia menambahkan, saat ini pasien yang masih berada di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus tinggal satu orang.
“Pasien tersebut baru masuk dan saat ini masih menjalani observasi di ruang IGD,” imbuhnya.
RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan profesional, khususnya dalam penanganan kondisi darurat kesehatan masyarakat.
Melalui kesiapan tenaga medis, fasilitas yang memadai, serta koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik. (YM/YM)









