Pendaftaran Via Telepon Kanal Layanan Baru Dari BPJS Kesehatan Kudus

oleh -257 Dilihat

Kudus, isknews.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kudus, kembali memperluas kanal pendaftaran peserta JKN-KIS, pembukaan kanal layanan model baru ini adalah untuk memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan kemudahan dalam mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS.

Sebelumnya sebagai  upaya untuk mempermudah pendaftaran kepesertaan anggota BPJS KesehatanKudus,  juga telah mengembangkan pendaftaran melalui layanan pendaftaran bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri di Kudus Extention Mall (KEM) Jati Kudus, berupa Point Of Service (POS) di Mal Kudus atau mitra kerja BPJS Kesehatan lainnya.

Guna memudahkan masyarakat untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Kudus memperluas kanal pendaftaran yang telah ada, salah satunya melalui mekanisme pendaftaran melalui telepon, yaitu BPJS Kesehatan Care Center 1500-400 atau Virtual Service. Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala BPJS Cabang Kudus, Dody Pamungkas, dalam jumpa pers yang dilakukan di kantornya, Senin (15/5/17).

Menurutnya, calon peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri dapat dengan mudah menjadi peserta JKN-KIS tanpa perlu datang ke kantor cabang. Cukup menghubungi 1500-400, calon peserta bisa melakukan pendaftaran.

“Syaratnya, calon peserta yang mendaftar via telepon harus menyiapkan beberapa informasi yang akan ditanyakan oleh petugas Care Center seperti nomor Kartu Keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor handphone, alamat email dan alamat tempat tinggal untuk pengiriman kartu JKN-KIS ,” ujar Dody.

Calon peserta akan mendapatkan Virtual Account (VA) yang dikirimkan ke nomor ponsel  atau email calon peserta. Setelah mendapatkan VA, calon peserta wajib  untuk membayar iuran pertama yang harus dibayarkan paling cepat 14 hari dan paling lama 30 hari setelah VA diterbitkan. Peserta yang mendaftar via Care Center1500-400 wajib melakukan pembayaran pertama ke bank dan mekanisme autodebet untuk pembayaran selanjutnya.

Setelah pembayaran iuran, kartu peserta JKN-KIS akan dikirimkan ke alamat yang telah diinformasikan saat mendaftar.

“Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepuasan kepada peserta yang juga menjadi salah satu fokus utama BPJS Kesehatan di tahun 2017, BPJS Kesehatan harus mengembangkan berbagai terobosan dan inovasi serta meningkatakan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, BPJS Kesehatan Kudus juga membuka perluasan pendaftaran untuk mengejar target universal coverage 2019 pun, melalui sistem dropbox di Kantor Cabang BPJS, kantor kelurahan/desa, kantor kecamatan serta pendaftaran melalui mitra kerja BPJS Kesehatan.

“Untuk wilayah Kudus, kita juga menggandeng TKSK Kemensos yang tersebar di semua kecamatan. Nanti penagihan juga melalui mereka,” imbuhnya.

Berdasarkan datanya, BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang melayani Grobogan Kudus dan Jepara saat ini masih kurang totalnya 40 persen.

Sementara itu, Supriyadi, koordinator TKSK Kudus, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan pemahaman terkait JKN-KIS ke masyarakat. Sebab kedepannya TKSK akan mendapatkan tugas menjadi pengumpul iuran serta penagih tunggakan iuran. “Jadi nanti peserta BPJS yang jauh dari kantor BPJS atau bank, bisa menitipkan ke kami ,” ucap Supriyadi.

Penambahan kanal ini juga dilakukan guna meraih tingkat kepuasan peserta yang tinggi. Menurut Dodi, kepuasan peserta merupakan salah satu fokus utama pada 2017, karena kepuasan peserta merupakan prestasi bagi BPJS Kesehatan sendiri.

Seperti diketahui progress capaian perolehan kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Kudus, secara umum memiliki grafis yang menggembirakan, utamanya untuk Kabupaten Kuddus, angka prosentasenya, wilayah Kudus dari total penduduknya 830.221 jiwa sudah mengakuti 72,5 persen, Grobogan dengan jumlah penduduk 1.444.202 jiwa sudah 57,6 persen dan Jepara 58,4 persen dari jumlah penduduk 1.156.798 jiwa,

“Tentu saja kami berharap grafik itu makin lama makin naik, untuk itulah kami lakukan segala inovasi agar lebih memudahan masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan,” pungkasnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :