Pendidik PAUD Akan Kembali Dapatkan Kenaikan Upah di Tahun 2020

oleh
Pendidik PAUD Akan Kembali Dapatkan Kenaikan Upah di Tahun 2020
Foto: Penyerahan piala juara lomba oleh Hj. Hasiroh Hafidz kepada anak didik PAUD (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Peringatan HUT Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ke 13 yang mengangkat tema Mandiri, Bermartabat, dan Profesional Menuju Kesejahteraan tingkat Kabupaten Rembang dilaksanakan di alun- alun setempat, Rabu (30-8-2018). Perjuangan kesejahteraan pendidik PAUD masih menjadi isu strategis yang diangkat.

Ketua HIMPAUDI Rembang, Fenti Yusnia Alfasanah menuturkan saat ini HIMPAUDI pusat, tengah memperjuangkan status pendidik PAUD. Ia juga meminta para pendidik PAUD di Rembang bisa menunjukkan kualitasnya. Yang ada di daerah bisa memantaskan dirinya setara dengan pendidik di jenjang pendidikan lainnya dan pantas dianggap pendidik.

Dirinya sangat menyesalkan selama ini para pendidik PAUD belum dianggap sebagai pendidik (guru) meski diharuskan untuk memiliki kompetensi yang sama.menurutnya selama ini para pendidik PAUD sudah kompeten dan bekerja dengan hati.

“Ada peraturan pemerintah yang menyebut kami ini bukan pendidik, lha kita terus siapa? Jenengan mengajar, mendidik, memberi contoh, mengasuh, membuat administrasi, lembaganya terakreditasi , S1 paud kok bisa ora guru iku piye?, “ ujarnya menggunakan bahasa jawa.

Menanggapi hal itu, Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mengatakan adanya regulasi yang sudah ditetapkan menjadi hambatan untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD. Namun demikian pemerintah akan terus memperhatikan dan memperjuangkan kesejahteraan para pendidik PAUD di Rembang.

“Saya bisa memahami keluhan dan keinginan dari guru PAUD, jadi ini bukan semata-mata melemahkan daripada ibu-ibu guru, tetapi karna ini faktor regulasi yang ada, di undang-undang kita itu belum memasukan HIMPAUDI sehingga barang kali nanti perjuangan dari HIMPAUDI pusat bisa untuk mempengaruhi agar undang-undang bisa diubah sehingga dapat diakui negara,” terangnya.

Bupati menegaskan, Pihaknya akan meningkatkan insentif atau kesejahteraan pendidik PAUD di tahun 2020 mendatang. Ia juga berncana meningkatkan kesejahteraan guru PAUD setiap 2 tahun sekali.

“Untuk PAUD saya tetap komitmen tahun lalu sudah kita mulai, 2018 kita teruskan, 2020 kita mulai lagi tambah lembarane, dua tahun sekali tambah pokoke, nggih tak tambah, syukur bisa 200%, minimal 100%, saya tambah terus dan saya tekankan di desa-desa supaya memperhatikan PAUD karna dana desa juga bisa dipakai sebagian untuk pendidikan di desa masing-masing, ” tandasnya. (RTW/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :