Penguatan Nilai Budaya, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Pelopori Sanggar Budaya Anak

oleh -80 Dilihat

Kudus, isknews.com – Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Ternadi 2 mengenalkan sekaligus mempelopori terbentuknya Sanggar Budaya Anak di Desa Ternadi sebagai upaya menguatkan nilai-nilai karakter Budaya Generasi Muda Melalui Permainan Tradisional.

Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Henry Setya Budhi, sanggar budaya anak diresmikan hari Kamis (30/9) di halaman SD 1 Ternadi. Henry bersemangat saat pelaksanaan sanggar budaya akan dimulai.

“Saya excited dengan adanya sanggar budaya ini, melalui kegiatan yang dilaksanakan di sanggar kalian bisa melatih masyarakat terutama anak-anak terkait budaya dan permainan tradisional. Kedepannya saya harap sanggar budaya ini terus berkembang dan mencetuskan karya-karya yang bisa diminati banyak orang.” Ungkap Henry

Diikuti tim KKN Ternadi 2 dan hampir 30 anak, kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah pembuatan permainan motor wajik. Permainan ini terbuat dari bahan utama yang mudah ditemukan di Desa yaitu bambu dan bahan lainnya ada karet gelang. Anak dilatih tim KKN bagaimana merakit motor wajik lalu setelah jadi diajak bermain bersama.

Aksi ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap budaya dan permaianan tradisional yang semakin tergerus dengan perkembangan zaman dan teknologi seperti sekarang terutama gadget. Tidak dapat dipungkiri dengan maraknya game online yang dapat membuat karakter anak sukar membaur dengan teman sebayanya dikarenakan game yang bisa dimainkan melalui gadget lebih menarik untuk dimainkan anak-anak pada jaman sekarang.

Ketua panitia dalam pelaksanaan kegiatan sanggar budaya KKN-IK IAIN Kudus Ternadi 2 Muhammad Aziz Abidin mengungkapkan kegembiraannya dengan pelaksanaan sanggar budaya, dengan adanya kegiatan sanggar budaya tersebut dapat mengajak anak-anak untuk melestarikan budaya yang ada di Desa Ternadi

“Dan tidak hanya budaya kami juga mengenalkan permainan-permainan tradisional yang saat ini anak-anak sudah melupakan permainan tersebut jadi kita bisa dikatakan nguri-nguri permainan tradisional yang pastinya mempunyai makna, jadi kita disini bukan hanya bermain tetapi juga belajar mengenai apa itu makna dari permainan tradisional.”  Ujarnya Harapan saya dengan adanya sanggar budaya ini semoga kedepannya anak-anak di Desa Ternadi tidak melupakan budayanya dan tidak melupakan berbagai permainan tradisional. Serta diharap dapat mengurangi anak dalam bermain gedget dan pastinya mengenalkan macam permainan tradisional serta lebih tau bagaimana budaya di daerahnya masing-masing. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :