Kudus, isknews.com – Penutupan kegiatan Pesantren Ramadan tahun 2026 di MI NU Pendidikan Islam Kabupaten Kudus diwarnai dengan edukasi tentang bahaya bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Materi tersebut disampaikan langsung oleh jajaran Polsek Bae sebagai upaya menanamkan kesadaran kepada para siswa agar menciptakan lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 dan berlangsung sejak 28 Februari hingga 15 Maret 2026. Selama lebih dari dua pekan, para siswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keagamaan yang bertujuan memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus membentuk karakter.
Pada rangkaian penutupan kegiatan, Polsek Bae menghadirkan sejumlah narasumber yang terdiri dari Kapolsek Bae, staf Bimas Polsek Bae, Bhabinkamtibmas, serta anggota Intel Polsek Bae. Dalam kesempatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan.
Dalam penyampaian materinya, pihak kepolisian menjelaskan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik secara verbal, fisik, maupun melalui sikap yang merendahkan teman. Para siswa juga diajak memahami dampak negatif dari tindakan tersebut, baik bagi korban maupun pelaku.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara mencegah bullying di lingkungan sekolah. Mereka diajak untuk saling menghormati, peduli terhadap sesama teman, serta berani melapor kepada guru atau pihak sekolah apabila melihat ataupun mengalami tindakan bullying.
Di luar kegiatan edukasi tersebut, Pesantren Ramadan juga diisi dengan berbagai agenda keagamaan. Salah satunya kajian Ramadan yang disampaikan oleh Saiful Amri, S.Pd, yang mengajak para siswa memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki akhlak.
Kajian Ramadan berikutnya disampaikan oleh H. Muhammad Nur Hasyim, S.Pd.I yang memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kegiatan Ngaji Kirab Fikih Salaf yang dipandu oleh Drs. BE Kuncoro turut memberikan wawasan kepada para siswa mengenai dasar-dasar fikih sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah.
Pada hari penutupan, kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama oleh para siswa sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada malam hari dengan pelaksanaan Khotmil Qur’an yang berlangsung khidmat.
Selama Pesantren Ramadan berlangsung, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan ibadah bersama seperti buka puasa bersama, sahur bersama, salat tarawih berjamaah, hingga salat tasbih.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual selama bulan Ramadan, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter agar menjadi generasi yang berakhlak baik, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menjaga lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying. (AS/YM)











