Kudus, isknews.com – Langkah perbaikan sebagai prioritas atas kerusakan pada sejumlah ruas di jembatan Braholo di Dukuh Derbongan, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo Kudus. Hari ini telah dilaksanakan oleh Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus.
Diawali dengan prosesi do’a bersama dan selamatan dipimpin oleh tokoh agama setempat. Kegiatan hari pertama rehabilitasi jembatan yang menghubungkan Ngelo-Dau dimulai.
Dari pantauan media ini, jalan ditutup sementara sejak pukul 08.00 untuk kegiatan selamatan. Perbaikan ini sifatnya darurat, kalau berdasar hitungan tim teknis diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan, namun sejauh ini akses jalan tidak ditutup total.

”Kita fasilitasi adanya space 1,5 meter sisi utara guna kelancaran sementara arus lalu lintas roda dua dan pejalan kaki, mungkin pada saat jelang pengecoran baru akan ditutup total, ” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR, Arief Budi Siswanto yang ditemui di lokasi, Selasa (22/07/2020).
Menurutnya, teknis rehabilitasi jembatan yang akan dilakukannya adalah dengan menyesek sebagian ruas jembatan yang akan diganti dasaran plat bondek atau material pelapis lantai dasar jembatan, setelah itu dilakukan pengecoran lantai beton.
“Nantinya bagian yang akan diperbaikisepanjang 22 meter dan lebar 5 meter. Idealnya, jembatan harus dibangun ulang dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar namun pembangunan ulang belum dapat dilaksanakan dengan pertimbangan ketersediaan dana, ” kata dia.
Dijelaskannya dengan biaya perbaikan darurat sekitar Rp 200 juta. Tim akan melakukan perbaikan pada section yang rusak. Idealnya memang jembatan harus dibangun ulang, namun belum dapat dilaksanakan dengan pertimbangan ketersediaan dana.
” Struktur jembatan yang mengalami kerusakan adalah dua dari enam pilar lantai serta struktur lantai bawahnya, yang dibangun sejak 1993. pasca perbaikan, diperkirakan jembatan dapat dilalui hingga dua tahun mendatang,” kata dia.
“Dinas PUPR sudah mengusulkan pembangunan ulang akses penghubung Pantura Timur sepanjang 51 meter dan lebar 5 meter sejak 2018, Usia jembatan, kualitas dan peningkatan kuantitas arus lalu lintas kendaraan harian yang melintas menjadi pemicu kerusakan,” tandas Arief. (YM/YM)








