Percepat Kemitraan P4G Guna Tumbuhkan Ekonomi Hijau, Tahan Iklim dan Inklusif

oleh -709 kali dibaca
Capture Virtual Zoom, Pre-Event of P4G Seoul Summit 2021. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Isknews.com – P4G (Kemitraan untuk Pertumbuhan Hijau dan Tujuan Global 2030) adalah inisiatif global untuk mengembangkan kemitraan publik-swasta dalam skala besar untuk mewujudkan SDGs dan Perjanjian Iklim Paris. Ini menyatukan pemerintah, bisnis, dan organisasi masyarakat sipil dalam kemitraan publik-swasta yang inovatif untuk memajukan solusi guna membantu kebutuhan di lima bidang utama.

Diantaranya, pangan dan pertanian, air, energi, kota, dan ekonomi melingkar. P4G memiliki 12 negara mitra: Bangladesh, Chili, Kolombia, Denmark, Ethiopia, Indonesia, Kenya, Meksiko, Belanda, Republik Korea, Afrika Selatan dan Vietnam, dan 6 organisasi mitra: C40 Cities, Global Green Growth Institute, International Finance Perusahaan, Forum Ekonomi Dunia, dan United Nations Global Compact, serta jaringan kemitraan global yang luas di seluruh dunia.

Upaya multilateral dan multi pemangku kepentingan sangat penting. Kami membutuhkan kemitraan publik-swasta yang dapat membuat perbedaan dalam mengatasi perubahan iklim sekaligus berdampak di lapangan. Di sinilah P4G berperan. Korea menantikan peran P4G yang menyatukan berbagai negara, bisnis, masyarakat sipil dari berbagai benua. Tujuan utama P4G adalah untuk memelihara kemitraan yang akan berdampak nyata pada pasar dan dapat diterapkan secara luas di berbagai belahan dunia, dalam implementasi Perjanjian Paris dan dalam upaya kami untuk mencapai SDG.

Webinar ini bertujuan untuk: (1) Memperkuat momentum peluncuran Platform Nasional di Indonesia pada Februari 2020 (2) Mempromosikan KTT P4G 2021 dan peluang untuk menampilkan dan mempercepat kemitraan P4G dan kepemimpinan Indonesia dalam pertumbuhan hijau (3) Menampilkan model dampak P4G dan mempercepat kemitraan P4G utama.

Acara ini diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Korea, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), bekerjasama dengan P4G Global Hub, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kedutaan Besar Denmark pada tanggal 23 Februari 2021 pukul 09.30-11.30 (GMT + 7) , menggunakan aplikasi Zoom yang terhubung ke CSEAS Youtube Live. Forum ini akan menampilkan pertukaran ide dan informasi tingkat tinggi di antara 530 peserta dari berbagai latar belakang (Sektor Swasta, Organisasi Internasional, Kedutaan Besar Luar Negeri di Jakarta, LSM, Pemerintah dan Akademisi).

H.E. Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia

Sambutan selamat datang dari acara ini oleh H.E. Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Republik Indonesia, H.E. Lea Wermelin, Menteri Lingkungan Hidup, Kerajaan Denmark dan H.E. Jeoung Ae Han, Menteri Lingkungan, Republik Korea.

H.E Jeoung-Ae Han juga menegaskan dalam sambutannya, “Di persimpangan yang dipicu pandemi ini, saya berharap Indonesia menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam membangun kembali yang lebih baik, lebih hijau, dan lebih inklusif melalui P4G dengan melibatkan semua pemangku kepentingan”.

H.E. Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia dalam sambutannya, “Dalam membangun masa depan yang lebih baik, kita perlu bekerja sama, melalui kerjasama internasional, kemitraan pemerintah-swasta, dan lintas integrasi sektoral. Kita harus memastikan pertumbuhan hijau yang rendah karbon

strategi pembangunan diarusutamakan dalam paket stimulus pemulihan ekonomi kami. “

“Melalui keterlibatan dan kerja sama sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil, kami berharap P4G akan menjadi forum terdepan di dunia untuk mengembangkan kemitraan publik-swasta yang konkrit dan inovatif dalam skala besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hijau, tahan iklim, dan inklusif. ”

Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia, Arisman

Direktur Eksekutif Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia, Arisman berharap acara ini dapat mengidentifikasi peluang dan kendala yang dihadapi serta mengusulkan solusi inovatif dalam hal percepatan kemitraan P4G dan kepemimpinan Indonesia dalam pertumbuhan hijau dan pencapaian SDGs khususnya Goals 2 (Zero Hunger) , Sasaran 6 (Air Bersih & Sanitasi), Sasaran 7 (Energi Terjangkau & Bersih), Sasaran 11 (Kota & Masyarakat Berkelanjutan), dan Sasaran 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :