Kudus, isknews.com – Untuk pertama kalinya, SMP 2 Kudus menghadirkan lomba parenting yang melibatkan guru dan orang tua sebagai peserta utama dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT PGRI, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan bertema “Bersama Membangun Generasi Emas: Sinergi Guru dan Orang Tua” itu digelar di halaman sekolah dan diikuti oleh seluruh kelas beserta guru, karyawan, dan siswa.
Kepala SMP 2 Kudus, In Setyorini, menyampaikan bahwa tahun ini pihak sekolah sengaja merancang konsep kegiatan yang berbeda dan lebih kolaboratif. “Kami ingin memberikan ruang bagi guru dan orang tua untuk saling bekerja sama. Peringatan Hari Guru tidak hanya untuk memberi apresiasi, tetapi juga membangun kemitraan dalam mendidik anak-anak,” jelasnya.
Lomba Parenting hingga Bazar Ramaikan Acara
Lomba Parenting menjadi pusat perhatian karena menghadirkan permainan yang jarang ditemui pada kegiatan sekolah, seperti Estafet Gelas Balon, Estafet Bola Karung, dan Rolling Cloth. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan satu tim yang terdiri atas lima orang tua atau wali siswa.
Selain lomba, kegiatan juga dimeriahkan dengan penilaian suporter kelas dan bazar sekolah.
“Total ada 8 stand bazar dari kelas IX, dan 7 stand dari orang tua,” terang In Setyorini.
Komite Sekolah Dorong Orang Tua Aktif Terlibat
Ketua Komite sekaligus Ketua Panitia, Any Wijayanti, mengakui bahwa mengajak orang tua berpartisipasi bukan perkara mudah, mengingat banyak wali murid yang tinggal di wilayah perkotaan dan memiliki kesibukan tinggi.
“Maksud kami ingin membangun sinergi positif antara orang tua dan sekolah, sekaligus mempererat silaturahmi. Kadang orang tua masih merasa sungkan datang ke sekolah. Lewat kegiatan ini kami ajak mereka terlibat langsung,” tuturnya.
Any menjelaskan, pihaknya memanfaatkan Forum Komunikasi Kelas (FKK) untuk memperlihatkan contoh permainan dan konsep kegiatan secara langsung. “Awalnya banyak yang ragu. Tapi setelah melihat model lombanya, mereka penasaran dan akhirnya ikut. Dari situ terkumpul 28 tim – 25 dari orang tua dan tiga dari guru serta karyawan,” ujarnya.
Keunikan lomba yang belum pernah ada dalam kegiatan 17 Agustus-an membuat antusiasme meningkat. “Permainannya baru dan seru. Begitu tahu bentuknya, banyak orang tua yang akhirnya tertarik,” tambahnya.
Didukung Donatur dan Swadaya
Pelaksanaan kegiatan ini turut didukung donatur dan swadaya orang tua. “Kami membuka donasi sukarela, dan syukurlah hasilnya melebihi biaya yang direncanakan,” jelas Any.
Bazar sekolah melibatkan siswa, guru, serta kelas IX. Pendapatan dari bazar sebagian besar digunakan untuk mendukung berbagai program pengembangan di SMP 2 Kudus.
Perkuat Hubungan Sekolah dan Wali Murid
Menurut Any, komunikasi antara sekolah dan orang tua selama ini terbangun melalui FKK sehingga setiap kebutuhan dan persoalan dapat dikoordinasikan dengan baik. “Kami terus berusaha menjaga hubungan yang harmonis agar pendidikan anak bisa berjalan optimal,” katanya.
Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI 2025 di SMP 2 Kudus ini menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dapat tumbuh ketika sekolah mampu menghadirkan kegiatan yang menarik, partisipatif, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah. (AS/YM)







