Kudus, isknews.com – Rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap rumah ibadah mewarnai acara peringatan Sewindu (8 tahun) Relawan Resik-resik Masjid (RRM) Kudus. Acara yang digelar pada hari Ahad tersebut diawali dengan kerja bakti membersihkan Masjid Jami’ Raudlatul Muttaqin yang berlokasi di Gedang Sewu RT 01 RW 04, Peganjaran, Bae (15/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus dan relawan RRM, tak terkecuali perwakilan dari RRM Pati dan RRM Jepara. Mereka kompak mengenakan seragam khas RRM. Acara inti peringatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh KH Ali Maksum, pengasuh dari Qudsiyyah Putri.
Dalam ceramahnya, KH Ali Maksum menyampaikan motivasi mendalam mengenai keutamaan membersihkan masjid. Beliau menceritakan kisah para wali Allah mabh Sholeh murid Sunan Ampel, seperti saat membersihkan Masjid Sunan Ampel, yang menggambarkan betapa besar kecintaan mereka terhadap masjid hingga rela mati hidup lagi demi kebersihan rumah Allah. Pesan ini menjadi penyemangat bagi para relawan agar tidak pernah lelah dalam merawat masjid.
“Mari kita jangan pernah lelah membersihkan masjid. Allah telah menjanjikan balasan yang luar biasa, yaitu akan dibuatkan rumah di surga bagi siapa pun yang membersihkan masjid,” ujar KH Ali Maksum di hadapan para jamaah.
Pernyataan tersebut disandarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid, maka Allah SWT akan membangunkan sebuah rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah).
Selain itu, beliau juga mengutip hadits dari Aisyah RA yang berkata bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di berbagai negeri, membersihkannya, dan memberinya wewangian (HR. Abu Dawud & At Tirmidzi).
Dan hadist nabi “Ada tujuh orang yang dilindungi Allah di bawah lindungan-Nya pada hari tidak ada lindungan kecuali lindungan-Nya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala, orang yang hatinya menyatu dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya, orang yang menyendiri dzikir kepada Allah kemudian matanya mengucurkan air mata, orang yang diajak oleh wanita yang berketurunan baik dan cantik kemudian ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah Ta’ala,’ dan orang yang bersedekah kemudian ia merahasiakannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinfakkan tangan kanannya.” (HR. Al-Bukhari)
Tak hanya itu, KH Ali Maksum juga membacakan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta istiqomah dalam ibadah. Mereka itulah golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Sementara itu, Afan Ahmad Fadholi, yang menjabat sebagai Ketua RRM sejak 2018 hingga 10 Januari 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas perjalanan organisasi selama delapan tahun mengabdi untuk ummat.
Saat ini, kepemimpinan RRM Kudus diteruskan oleh Bapak Aris Selamet Ristiawan dengan masa khidmat 2025-2029. Peringatan sewindu ini diharapkan dapat semakin menguatkan semangat para relawan dalam berkontribusi untuk kemakmuran masjid dan masyarakat, dengan selogan “Bersih masjidnya nyaman ibadahnya“. (*)











