Kudus, isknews.com – Sebanyak 46 siswa RA NU Matholibul Ulum Kedungsari 1 Kudus antusias mengikuti praktik membatik di Muria Batik, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa dikenalkan secara langsung proses membatik, mulai dari mencanting, pewarnaan, hingga peluruhan malam sebelum akhirnya menjadi kain batik. Praktik ini dikemas dalam program “Kula Nuwun”, yaitu sarana edukasi keterampilan bagi anak usia dini.
Kepala RA NU Matholibul Ulum Kedungsari 1, Afroh, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman nyata kepada anak-anak mengenai proses pembuatan batik, sekaligus menanamkan nilai pelestarian budaya sejak dini.
“Kami ingin anak-anak tahu bagaimana batik dibuat, mengenal alat-alatnya, serta menyadari bahwa batik adalah warisan budaya yang sangat berharga,” ujarnya.
Founder Muria Batik, Yuli Astuti, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya bergerak di bidang produksi, tetapi juga fokus pada edukasi membatik untuk pelajar. Anak-anak diajak mencoba mencanting di kain bermotif khas Kudus, yang kemudian bisa mereka bawa pulang sebagai karya pribadi.
“Antusiasme anak-anak luar biasa, mereka baru mengenal canting dan langsung berani mencoba. Harapannya, pengalaman ini bisa menjadi kenangan berharga dan memotivasi mereka untuk ikut menjaga kelestarian batik di masa depan,” tutur Yuli. (AS/YM)







