Kenalkan Budaya Lokal, SD di Kudus ini Ajak Siswa Membatik dengan Pewarna Alami

oleh -8825 Dilihat
Hari Batik Nasional jadi momen SD 3 Klumpit ajarkan siswa membatik dengan pewarna alami. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, SD Negeri 3 Klumpit, Kudus, mengajak para siswanya belajar membatik sederhana dengan menggunakan pewarna alami. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah pada Kamis (2/10/2025) ini diikuti seluruh siswa dengan penuh semangat.

Para siswa dikenalkan cara membatik menggunakan media sederhana, yakni kertas berpola batik yang kemudian diberi warna alami, salah satunya dari kunyit. Guru-guru juga menyiapkan beragam motif dasar, seperti bunga dan bentuk sederhana, agar mudah diikuti anak-anak.

“Anak-anak ada kegiatan belajar membatik sederhana, dengan media kertas yang sudah berpola batik. Bahan pewarnanya pun alami, seperti kunyit. Prosesnya juga disesuaikan dengan kemampuan anak-anak,” ungkap Kepala SD 3 Klumpit, Edy Murwanto.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukanlah menghasilkan batik sesungguhnya, melainkan memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak tentang kekayaan budaya Indonesia. “Kan kita belajar batik sederhana, pola batik. Bukan batik yang sesungguhnya, kalau yang sesungguhnya itu pakai kain, malam, dan canting,” jelasnya.

Selain praktik membatik, siswa juga dikenalkan dengan berbagai motif batik yang umum. “Motif-motif batik yang sederhana, ada seperti bunga-bunga. Ya, yang mudah dulu untuk anak-anak,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini anak-anak menjadi lebih tahu, lebih mengenal, dan semakin bangga dengan Hari Batik Nasional,” harapnya.

Meski dalam prosesnya ada siswa yang masih keliru dalam mengaplikasikan warna, namun antusiasme mereka sangat tinggi. “Banyak yang keliru, ada yang salah, tapi mereka sangat antusias melaksanakan kegiatan dari awal sampai akhir. Asik dan menyukai kegiatan ini,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, hasil karya membatik para siswa akan dipajang di kelas masing-masing. “Karyanya dipasang di kelas sementara, supaya bisa dinikmati bersama dan menjadi motivasi untuk terus berkreasi,” tutupnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :