Peringati Hari Buruh, SPSI Kudus Sebut Perlindungan Jaminan Pensiun Pekerja Kurang Optimal

oleh -1,960 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Peringati hari buruh internasional, yang jatuh pada tiap tanggal 1 Mei, hingga saat ini, para pekerja masih terus berjuang melanjutkan semangat para pekerja dahulu, untuk mendapatkan hak-hak mereka sebagai seorang pekerja.  Bahkan tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari libur nasional di banyak negara di dunia termasuk di Indonesia.

Di Kudus, sejumlah elemen buruh dalam refleksinya di hari buruh ini menilai bahwa sejumlah infrastruktur dan hak-hak buruh telah diberikan secara baik oleh perusahaan, namun ada beberapa yang harus ditingkatkan bagi pekerja terutama pada perlindungan sosia bagi mereka.

Menurut ketua Ketua Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC K SPSI) Kabupaten Kudus, Andreas Hua mengatakan, selama ini baru jaminan kematian dan kecelakaan kerja yang telah diberikan dengan baik kepada buruh.

“Namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan yakni perlindungan sosial terutama pada implementasi jaminan pensiun. Karena belum semua perusahaan mengikutkan jaminan pensiun pada tenaga kerjanya,” ujar Andreas sat ditemui dikantor DPC SPSI Kudus, Jumat (26/04/2024).

Menurutnya dari total buruh Kudus sebanyak 93.000, masih sekitar 30 persen buruh belum terkover perlindungan jaminan pensiun.

“Artinya baru 70 persen buruh yang terlindungi. Kami telah lakukan pendekatan ke perusahaan. Termasuk upaya penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja dan kematian untuk bagi pekerja rentan,” kata dia.

Dikatakannya, banyak pekerja yang saat ini berusia di atas 45 tahun. Sementara jaminan pensiun baru bisa dinikmati Kalau kepesertaannya sudah 15 tahun. Dan itu nilainya pun minim,” ungkapnya.

Sedangkan pelaksanaan implementasi UMK, saat ini 90 persen perusahaan sudah menjalankan.
“Sementara yang 10 persen, perusahaan bisa menetapkan lain atau sesuai dengan kemampuan keuangan perushaan, karena memang ini ada klausul yang mengaturnya,” terangnya.

Sementara menyambut Hari Buruh pada tanggal 1 Mei nanti, SPSI Kudus akan memperingatinya dengan menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat yang diikuti oleh ribuan buruh di Kabupaten Kudus. Acara ini akan dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus

Andreas yang didampingi ketua panitia Djunaryo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lebih dari 5.000 kupon doorprize untuk menyemarakkan Jalan Sehat perayaan May Day.

Kupon doorprize itu, kata Andreas, diperuntukkan khusus bagi buruh yang ada di Kabupaten Kudus. Pembagian kupon doorprize pun didistribusikan melalui Pimpinan Unit Kerja (PUK) di seratusan perusahaan yang ada di Kudus.

“Kita menggandeng semua perusahaan yang tergabung dalam K SPSI Kudus, sekitar seratusan perusahaan, mayoritas di sektor rokok,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat, 26 April 2024.

Untuk rute jalan sehat sendiri, Andreas menjelaskan, nantinya para peserta akan start di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, menuju Jalan Jenderal Sudirman, kemudian Jalan Tanjung hingga Jalan Pemuda, dan kembali ke Alun-alun.

“Kita sudah siapkan doorprize yang menarik bagi peserta, dan juga ada hiburannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andreas menyampaikan bahwa perayaan May Day tahun ini memang sengaja dikonsep dengan hiburan-hiburan bagi buruh di Kudus. Perayaan semacam ini diharap menjadi stimulus untuk mereka semangat bekerja lagi.

“Mereka tiap hari sudah bekerja jadi pada saat May Day mereka diberikan hiburan dengan kegiatan jalan santai lalu ada musik, ada doorprize,” katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Buruh dengan aksi tuntutan-tuntutan sudah tidak cocok lagi dilakukan di tingkat daerah. Justru, memberikan hiburan semacam ini lebih memberikan dampak positif terhadap kondisi buruh di Kudus.

“Kalau May Day dengan tuntutan sudah biasa itu dilakukan di Jakarta, kita pakai konsep lokal. Jadi kita kita lebih ke arah mau melihat kebutuhan pekerja itu apa,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.