Kudus, isknews.com – Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati tiap tanggal 14 Juni juga dilaksanakan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang KudusDarah Sedunia, Selasa (14/06/2022).
PMI Kudus menyediakan 200 bingkisan bagi para pendonor di Kantor PMI Kudus. Hal ini dilakukan untuk menarik minat masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya.
Ketua PMI Kudus, Rina Budhy Ariani menjelaskan, donor darah dilaksanakan pada hari ini berada di empat titik lokasi. Satu titik lokasi digelar di PMI Kudus, sedangkan tiga titik lainnya di lingkungan PT Djarum.
“Kami melaksanakan hanya di satu titik ini saja, sampai siang ini sudah dapat sekitar 50 kantong. Targetnya bisa 200 kantong,” ujar dia.
Rina mengimbau, agar masyarakat Kudus tidak takut melakukan donor darah karena bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Setetes darah, sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan suplai darah.
“Mendonorkan darah adalah kegiatan solidaritas untuk bisa membantu banyak orang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD), Arief Adi Saputro, menyebut, tagline peringatan Hari Donor Darah kali ini, yakni ‘Mendonorkan Darah adalah Suatu Tindakan Solidaritas. Bergabunglah dan Selamatkan Nyawa Kita’“Agenda hari ini guna memperingati Hari Donor Darah Sedunia, yang sebetulnya rutin diagendakan setiap tahun sekali,” katanya.
Arief menambahkan, dalam agenda hari ini berlangsung mulai pukul 07 30-21.00. Kegiatan berpusat di dalam Gedung PMI, Pejaten, Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus.
“Untuk pendaftaran kita tutup pukul 20.00. Tapi kemungkinan prakteknya sampai pukul 21.00. Mengingat antusiasme masyarakat kali ini cukup baik,” tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, tidak ada kendala berarti dalam agenda ini. UDD PMI sendiri menargetkan mendapatkan 200 kantung darah.
“Ya harapannya, target kami tercapai yaitu 200 kantung darah. Mengingat antusias masyarakat kali ini tidak seperti tahun sebelumnya karena ada pandemi,” imbuh Arief.
Lebih lanjut, di luar agenda Hari Donor Darah Sedunia. PMI Kudus rutin menggelar donor darah di titik yang berbeda-beda.
“Untuk fokusnya, kita arahkan ke perusahaan-perusahaan. Namun, pengambilan titik-titik ini setiap saat berubah, mengingat membutuhkan waktu 2 bulan untuk laki-laki bisa mendonorkan darah lagi,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu pendonor darah, Adi Saputra (23 tahun) mengatakan, ini pertama kali ia ikut donor darah. Menurutnya, alasan mendonorkan darah karena menyehatkan psikologis.
“Ini baru pertama kali, karena sebelumnya belum berminat,” kata Adi.
Adi mengaku senang bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Adi berharap, semoga bermanfaat bagi sesama dan anak-anak muda bisa lebih antusias.
“Selain itu, berat bada bisa lebih terkontrol. Secara psikologis lebih nyaman tidak seperti biasanya sebelum mendonorkan darah. Di badan terasa lebih enteng, ringan, buat istirahat lebih enak. Nafsu makan bertambah,” imbuhnya. (YM/YM)









