Peringati Hari Kartini, Graha Gayaku Nilai Peran Penting Perempuan Putus Rantai Penyebaran Corona

oleh -253 Dilihat

Kudus, isknews.com – Sejumlah perempuan membagi-bagikan ribuan masker di area Pasar Wates Undaan Kudus. Ya dalam rangka membantu pemerintah memangkas perkembangan rantai penularan Covid-19, para perempuan yang merupakan keluarga besar Graha Gayaku Kudus di pimpin oleh Aprilia Putri sedang menggelar bakti sosial berbagi masker kepada sejumlah pedagang, pembeli maupun pengunjung pasar.

Yang menarik, para perempuan tersebut membagikan masker dengan menggunakan kebaya. Mereka kemudian berkeliling di seputaran pasar dan memberikan masker pada para pedagang yang tak memakai masker.

Aprilia Putri pimpinan kelompok usaha Graha Gayaku saat membagi-bagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar (Foto: YM)

Ditemui usai kegiatan, Aprilia Putri menjelaskan bahwa disamping program kemanusiaan dengan berbagi masker, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Kartini sehingga para peserta bakti sosial inipun mengenakan baju adat nasional.

“Kegiatan sosial ini sudah menjadi agenda kami, hanya kebetulan masih dalam suasana hari Kartini sehingga sekaligus momen ini kami gunakan untuk memperingati hari lahir ibu Kartini,” katanya, Rabu (22/04/2020).

Menurutnya Graha Gayaku merupakan kelompok perusahaan yang  bergerak dalam sejumlah bidang salah satunya adalah PT. Kualitas Indonesia Sistem ( KIS ) yang merupakan perusahaan jasa K3 ( PJK3 ) bidang Pelatihan dan Konsultasi terhadap Sistem Manajamen , terutama Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ).

Aprilia Putri yang juga anggota Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kudus ini mengatakan, pedagang di pasar tradisional penting menggunakan masker. Pasalnya, pasar merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai daerah.

Para relawan Graha Gayaku usai membagi-bagikan masker di area Pasar Wates Undaan Kudus (Foto: YM)

“Saya beranggapan bahwa kaum wanita dan ibu-ibu itu punya peranan penting dalam upaya menjadi pelopor pemutus rantai perkembangan corona,” katanya.

Oleh karena itu, disamping membagi masker, pihaknya juga turut mengedukasi terkait social distancing maupun psychal distancing yang sebaiknya diterapkan di pasar tradisional.

“Kami lihat pula, banyak yang belum bisa menerapkan physical distancing. Ini perlu diterapkan agar bisa memutus rantai penularan ini,” kata perempuan yang juga pengurus APINDO Kudus ini.

Pihaknya pun mengajak semua wanita dan perempuan di Kabupaten Kudus untuk menjadi pelopor pemutus mata rantai penularan Covid-19 di Kudus. Terutama para ibu-ibu pedagang di Pasar Wates.

“Mereka dapat menyebarkan imbauan penerapan sosial maupun physical distancing dan tetap menjaga kesehatannya,” terangnya

Selain masker, HIPMI Kudus juga memberikan sumbangan alat pelindung diri (APD) kepada RSI Sunan Kudus berupa baju hazmat. Baju tersebut akan digunakan untuk tenaga medis untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien positif corona.

“Kami harapkan bantuan kami yang tak seberapa ini bisa meringankan para tenaga medis yang berjuang di garda depan,” terangnya.

Sementara Aminah (28) salah satu pedagang mengaku senang menerima bantuan masker kain tersebut. Untuk penerapan social distancing juga akan coba diterapkan dengan baik. “Terimakasih atas maskernya, akan saya pakai,” terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.