Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus terus memperkuat peran media publik daerah sebagai sarana layanan informasi bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelantikan Direktur Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Jasa Penyiaran Radio Suara Kudus (RSK) periode 2026–2031.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris secara resmi melantik Hendri Rudyarto sebagai Direktur RSK dalam acara yang digelar di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Jumat (30/1/2026). Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan Radio Suara Kudus sebagai media publik yang edukatif, informatif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kudus menegaskan bahwa Radio Suara Kudus memiliki posisi strategis sebagai corong informasi publik sekaligus ruang komunikasi antara pemerintah dan warga. Oleh karena itu, pengelolaan LPPL harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Radio Suara Kudus harus mampu menjadi media publik yang dipercaya masyarakat. Informasi yang disampaikan harus mendidik, menyejukkan, serta tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal,” ujar Sam’ani Intakoris. Ia berharap di bawah kepemimpinan direktur yang baru, RSK semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kudus.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus, Satria Agus Himawan, menjelaskan bahwa Radio Suara Kudus berada di bawah pembinaan Dinas Kominfo sebagai LPPL daerah. Pihaknya berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas siaran agar sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
“RSK merupakan aset strategis daerah di bidang informasi publik. Kami akan terus mendorong penguatan manajemen, peningkatan kualitas konten siaran, serta pemanfaatan teknologi digital agar Radio Suara Kudus tetap relevan dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Direktur RSK yang baru dilantik, Henri Rudyarto, menyampaikan komitmennya untuk membawa Radio Suara Kudus semakin dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa RSK akan terus dikembangkan sebagai media publik yang profesional, responsif, dan terbuka terhadap partisipasi warga.
“Ke depan, kami akan memperkuat konten edukasi, layanan informasi publik, serta program yang mengangkat kearifan lokal. Kami juga membuka ruang partisipasi masyarakat agar Radio Suara Kudus benar-benar menjadi milik bersama,” ungkap Henri Rudyarto.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus optimistis Radio Suara Kudus dapat terus berperan sebagai media publik yang kredibel, mendukung literasi informasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kudus yang cerdas dan berdaya saing. (AS/YM)





