Persiku Kudus Diminta Segera Berbenah Usai Tumbang dari Bekasi City

oleh -1125 Dilihat
Uji Coba pertandingan sebelum laga Liga 2 Pegadaian 2025/2026 antara Persiku Kudus melawan Bekasi FC yang berkesudahan dengan kemenagan tim tamu 0-1, Rabu 20/8/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Kekalahan tipis 0-1 dari FC Bekasi City dalam laga uji coba di Stadion Wergu Wetan, Rabu (20/8/2025), menjadi alarm bagi Persiku Kudus. Meski hanya partai pemanasan jelang kick-off Pegadaian Championship 2025/2026, kelemahan di lini pertahanan hingga akurasi umpan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Pertandingan yang disaksikan langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton itu berlangsung cukup sengit. Sejak menit pertama, ratusan suporter Persiku yang memenuhi tribun terus melantunkan yel-yel untuk memberi semangat. Atmosfer stadion terasa seperti laga resmi karena dukungan publik begitu bergemuruh.

Kali ini, Pelatih Kepala Persiku, Alfiat, menurunkan hampir seluruh pemain terbaiknya sejak menit awal. Dua legiun asing andalan, yakni bek tangguh asal Argentina Ezequiel Ruiz serta gelandang pekerja keras asal Kroasia Ivan Maric, diturunkan untuk mengawal lini belakang dan lini tengah.

Namun satu pemain asing lainnya, striker Igor, harus absen karena tengah dibekap cedera sehingga tidak bisa dimainkan. Kondisi ini tentu sedikit memengaruhi ketajaman lini depan Persiku yang masih bertumpu pada penyerang lokal.

Sejak wasit meniup peluit kick-off, jalannya pertandingan berlangsung sangat cair. Kedua tim sama-sama bermain terbuka dengan tempo tinggi. Persiku coba menekan melalui umpan-umpan pendek cepat, sementara FC Bekasi City mengandalkan kecepatan sayap untuk menusuk pertahanan Laskar Macan Muria.

Peluang demi peluang tercipta di kedua sisi lapangan, namun solidnya pertahanan membuat skor tetap kacamata 0-0 hingga paruh babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Persiku tampil lebih percaya diri. Alfiat melakukan rotasi besar-besaran dengan mencoba menurunkan skuad full lokal untuk memberi jam terbang dan pengalaman bagi pemain-pemain muda. Pergantian itu membuat permainan Persiku lebih agresif, terutama di lini depan. Beberapa kali kombinasi umpan pendek dari lini tengah berhasil membuka ruang serangan.

Lini depan Laskar Macan Muria berkali-kali memberi ancaman ke gawang FC Bekasi. Beberapa percobaan tembakan keras dari Khoirul Anam dan Ferry Cahyo sempat membuat kiper tim tamu jatuh bangun. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang-peluang tersebut masih bisa dimentahkan.

Di sisi lain, FC Bekasi juga tak tinggal diam. Mereka beberapa kali melancarkan serangan balik cepat yang cukup membahayakan pertahanan Persiku. Kelemahan koordinasi di lini belakang membuat beberapa kali lini bertahan tuan rumah kewalahan.

Hingga akhirnya, pada menit pertengahan babak kedua, serangan dari sisi kanan Bekasi berbuah manis. Lewat skema umpan silang akurat, winger Madon dengan nomor punggung 90 berhasil melepaskan tandukan keras yang tak mampu dihalau.

Kala itu, Aldo Claudio cs gagal mengantisipasi datangnya bola. Kiper Persiku juga tampak ragu keluar dari sarangnya, sehingga Madon leluasa menempatkan sundulannya ke sisi pojok kanan bawah gawang. Skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan FC Bekasi City.

Selepas gol tersebut, atmosfer pertandingan sempat memanas. Beberapa insiden benturan antar pemain terjadi di lapangan, membuat tensi laga meningkat. Meski begitu, wasit mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan baik.

Persiku semakin menaikkan tempo permainan dan berusaha keras mengejar ketertinggalan melalui variasi skema serangan. Namun, rapatnya lini belakang FC Bekasi membuat setiap percobaan selalu kandas sebelum mencapai sasaran.

Hingga peluit akhir dibunyikan, skuad asuhan Alfiat tak mampu menyamakan kedudukan. Persiku harus menutup laga uji coba ini dengan kekalahan tipis 0-1 di hadapan ratusan pendukungnya yang hadir langsung di Stadion Wergu Wetan Kudus.

Usai laga, Pelatih Persiku Alfiat mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama sektor pertahanan. Menurutnya, beberapa kali bek melakukan kesalahan fatal dalam mengantisipasi bola, termasuk saat gol tercipta.

“Seperti saat terjadinya gol itu, pemain bertahan salah antisipasi. Kiper seharusnya mengambil bola, tapi justru dibiarkan hingga dimanfaatkan lawan,” jelasnya.

Selain lini pertahanan, ia juga menyoroti sektor tengah dan depan. Menurut Alfiat, distribusi bola dari lini tengah belum maksimal dan sering kehilangan momentum. Sementara di lini serang, ketajaman belum terlihat, bahkan ketika peluang emas tercipta.

“Masih banyak yang perlu dievaluasi. Sepak bola tujuannya mencetak gol. Kalau setiap lini masih kurang, maka kita harus perbaiki. Saya ada rencana menambah penyerang depan lagi, apalagi kalau Igor cedera, kita tidak punya opsi striker murni lain,” ungkapnya.

Kapten Persiku Kudus, Aldo Claudio, turut menyuarakan evaluasi dari sudut pandang pemain. Ia mengakui dirinya dan rekan-rekan setim kurang fokus di menit-menit krusial.

“Kami sudah berusaha maksimal, tapi harus jujur ada momen kami lengah. Itu pelajaran berharga buat kami. Harapannya, saat kompetisi resmi, fokus tidak boleh hilang meski hanya beberapa detik,” kata Aldo.

Alfiat pun menutup evaluasinya dengan harapan besar agar ada lagi uji coba melawan tim setara sebelum kompetisi bergulir.

“Kami minta nanti ada uji coba lagi, mungkin dengan tim yang juga bermain di Liga 2, tapi pastinya dari grup barat. Itu penting agar mental dan kesiapan anak-anak semakin terasah,” pungkasnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang ikut menonton langsung memberikan apresiasi meski hasil tak berpihak pada tuan rumah. Menurutnya, uji coba seperti ini sangat penting sebagai bahan evaluasi.

“Namanya uji coba, tentu ada yang harus dibenahi. Yang penting pertandingan berjalan lancar dan menjadi evaluasi untuk manajemen maupun pelatih,” ujarnya.

Lebih jauh, Sam’ani juga menegaskan komitmen Pemkab Kudus untuk mendukung Persiku. Ia memastikan Stadion Wergu Wetan siap menjadi homebase dengan fasilitas lampu penerangan dan kondisi rumput yang sudah memenuhi standar assessment Liga 2.

“Insyaallah aman. Lampu sudah menyala,” tegasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.