Kudus, isknews.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Muria Kabupaten Kudus tengah menyiapkan inovasi terbaru berupa produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek “SEHA+”. Produk ini ditargetkan dapat resmi diluncurkan ke pasaran paling lambat pada tahun depan, setelah seluruh proses legalitas dan sertifikasi rampung.
Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno, menjelaskan bahwa pengurusan hak merek telah memasuki tahap akhir. “Untuk pengurusan merek sudah selesai, sekarang tinggal menunggu masa sanggahan apabila ada pihak lain yang merasa memiliki nama serupa,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Merek “SEHA+” sendiri merupakan inisiasi langsung dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, yang juga turut merancang desain dan konsep merek. Produk ini menggunakan air bersumber dari Pegunungan Muria, yang dikenal memiliki kualitas air mineral alami yang sangat baik bagi kesehatan.
Setelah masa sanggah selesai, tahap berikutnya adalah mengurus sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Meski diakui proses ini memerlukan waktu cukup panjang, Winarno optimistis peluncuran dapat dilakukan paling lambat tahun depan.
“Harapannya bisa launching secepatnya, tapi karena sertifikasi halal cukup panjang prosesnya, maka target realistisnya tahun depan,” terangnya.
Dalam proses produksinya, Perumda Tirta Muria bekerja sama dengan PDAM Tirta Gemilang Kabupaten Magelang melalui sistem maklon, yaitu sistem produksi pihak ketiga dengan tetap menjamin standar keamanan dan kualitas. Air akan dikemas di Magelang, yang sebelumnya sudah memiliki izin SNI dan BPOM.
“Karena kita modelnya kerja sama, jadi untuk SNI dan BPOM sudah dicover dari Magelang. Kita tinggal mengurus untuk sertifikasi halalnya,” imbuh Winarno.
Lebih dari sekadar produk air kemasan, “SEHA+” diharapkan menjadi produk lokal unggulan Kabupaten Kudus yang mampu bersaing di pasar nasional. Selain mendukung gaya hidup sehat masyarakat, keberadaan produk ini juga ditargetkan memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Winarno menambahkan, air dari Pegunungan Muria dipilih sebagai bahan baku utama karena telah terbukti memiliki kandungan mineral alami yang bermanfaat dan memenuhi standar kesehatan.
Dengan langkah ini, Perumda Tirta Muria menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan air bersih yang adaptif terhadap peluang usaha baru. Kehadiran “SEHA+” diharapkan menjadi simbol kemajuan dan kemandirian daerah dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. (AS/YM)



