Pesan “Gus Qoyyum” Pada Malam Perdana Pitulasan Al Masjidil Aqsho Menara Kudus

oleh -877 Dilihat

Kudus, isknews.com – Darusan Umum Pitulasan Menara Kudus dilaksanakan setiap tahunnya mulai tanggal 3 sampai 27 Ramadhan, atau tahun ini bertepatan pada 28 mei sampai 21 Juni 2017, bertempat di Gedung Ex. Manggala Jalan Sunan Kudus.

Pengajian yang mempunyai tagline, “ojo gumunan lan ojo gampang kepincut” itu sebelum ada Mauidhoh hasanah pada pukul 22.00 WIB, diadakan tadarus alqur’an yang dibacakan 3 ustadz yang saling berhadapan di panggung pitulasan, hal ini bacaan nya juga disimak oleh para hadirin kaum muslimin.

Aris salah seorang panitia kepada isknews.com menjelaskan bahwa, Kurang lebih 900 kaum muslimin dari berbagai penjuru kabupaten Kudus dan sekitarnya hadir dan memadati ruangan yang biasanya dijadikan area parkir peziarah Sunan Kudus itu. “Pada malam perdana pitulasan malam ini, panitia mendatangkan KH. Abdul Qoyyum dari Lasem,” ujarnya

Ringkasan Pembukaan Pengajian Pitulasan

Ciri-ciri ahli Qur’an tingkat tinggi ialah, pertama, Tadabbur dalam membaca Al-Qur’an. Kedua, Menghargai dan menghormati orang lain. Ketiga, Menjaga dan menjauhi diri dari virus ideologi, etika, dll. Keempat, Nilai lebih tinggi dari pada benda, seperti halnya Syeh Umar al Jailani yang punya banyak karomah tapi beliau dirumah mengajar Qur’an anak-anak. Kelima, Menghindari do’a orang dzalim, seperti halnya kalau jualan yang jujur biar tidak membuat orang “gelo” atau menyesal marah sehingga bisa berdo’a jelek kepada penjualnya.

Kyai yang sering disapa Gus Qoyyum ini melanjutkan mauidhohnya, Pertama, Menerangkan bahwa jumlah tanda titik pada kitab suci al qur’an sebanyak 1.250.030, Kedua, menjelaskan Jannatul Musytaq ialah tafsir terbesar sebanyak 800 jilid, kemudian tajwid tidak hanya lafdzi tapi juga tajwid ma’na.

Dirinya juga berpesan kepada hadirin, jika orang ahli Qur’an juga tetap dan harus takut dengan do’a orang dzalim, karena orang kurang pintar dan bisa jadi do’a nya di ijabah Allah sebab lantaran dia ahli sedekah.

Sekilas Gus Qoyyum

Gus Qoyyum adalah putra dari KH. Mansur Kholil yang  merupakan pengasuh pondok pesantren  An-Nur Lasem, Kabupaten Rembang. Setelah wafatnya sang Ayah, KH. Mansur Kholil pada tahun 2002 Ponpes tersebut diasuh langsung oleh Gus Qoyyum.

Di masyarakat, kiprah Gus Qoyyum sangat banyak, tidak sekadar mengisi pengajian rutin di pesantrennya, tetapi beliau juga memberikan nasihat pernikahan, pengajian umum, tablig akbar, diberbagai penjuru kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Saat melakukan tausiyah, Gus Qoyyum selalu memikat hadirin yang mendengarnya. Daya pikatnya tidak hanya pada gaya penyampainnya yang khas, tetapi kualitas materi yang disampaikan juga berbobot. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.