Peter : Manager Harus Bisa Menghidupi Persiku dan Bukan Mencari Hidup Dari Klub

oleh

Kudus, isknews.com – Kembali bursa pemilihan manager Persiku diramaikan dengan munculnya sejumlah tokoh, setelah Panggah Wirawan aktifis olahraga dari Perusahaan Rokok Djarum dan Masud yang kepala Desa Ploso resmi mendaftar dalam Assesment manager.

Kini giliran publik sepakbola di Kudus memunculkan nama H Peter Muhammad Faruq untuk digadang maju pada kontestasi pemilihan manager periode tahun 2020 ini.

H Peter Muhammad Faruq (Foto: YM)

Pengusaha rokok yang kini juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus ini saat ditemui di kediamannya, menceritakan sejumlah hal tentang perjalanannya saat menjadi squad squad tim yang kini di juluki Macan Muria di era tahun 70 an, Selasa (04/02/2020).

Menurutnya, faktor keuangan mungkin menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sebuah tim sepak bola, tetapi bukan merupakan hal utama. Hal tersebut dibuktikan dengan kondisi Persiku Kudus beberapa tahun silam.

TRENDING :  Musim 2018 Persijap Gandeng Bank BKK Jepara

”Modal utama kami hanya semangat untuk berprestasi,” kata penjaga gawang Persiku di era 1975-1976-an tersebut.

Meskipun bermodal keuangan ala kadarnya, saat itu Persiku menjadi salah satu kesebelasan yang disegani di Jawa Tengah. Prinsip utama yang diterapkan punggawa tim saat itu yakni tidak mencari hidup dari Persiku, tetapi justru menghidupi tim.

“Kami hanya berusaha menampilkan prestasi terbaik,” paparnya.

Jika prinsip tersebut diterapkan, dia meyakini berbagai persoalan yang membelit tim akhir-akhir ini dapat diselesaikan. Walaupun harus diakui, dinamika kompetisi saat sekarang dan waktu itu berbeda.

TRENDING :  Gunungan Produk UMKM Lokal, Meriahkan Kirab Budaya Mbah Suryo Kusumo Mejobo Kudus

Namun, semangat membesarkan tim harus tetap sama dan bahkan lebih baik. Persoalan lain, yakni penguatan potensi pemain lokal. Saat dirinya bergabung dengan tim, semuanya merupakan pemain lokal.

Mereka merupakan hasil binaan dari sejumlah sekolah sepak bola yang ada.

Dikaitkan dengan persoalan kekinian, dia mengaku sebenarnya tidak menolak keberadaan pemain dari luar daerah. Namun mereka hanya sebagai pelengkap saja.

Kekuatan utama harus berasal dari pemain lokal. ”Rasa memiliki dan panggilan memperkuat tim kampung halaman akan sangat dirasakan,” tandasnya.


Peter yang saat sekarang menjadi Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus, berharap seleksi manajer Persiku yang saat ini bergulir menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik.

TRENDING :  Komisi D DPRD Kudus Nilai Puskesmas Kurang Prioritaskan Fungsi Promotif dan Preventif

Sebagai wakil rakyat, pihaknya memastikan akan mendukung penganggaran melalui mekanisme yang normatif sepanjang Persiku dapat menampilkan prestasi serta menggunakan dana yang ada secara transparan dan bertanggung jawab.

Disinggung soal kemungkinan dirinya menjadi salah satu bakal calon manajer Persiku, secara enteng Peter mengaku siap-siap saja. Namun, bila masih banyak calon-calon yang lebih potensial darinya, dia mengaku akan mendukung Persiku dengan cara yang lain.

”Misalnya, soal penganggaran dana untuk kegiatan olahraga salah satunya Persiku,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :