Peternak Kalkun di Kudus Optimis, Masih Ada Asa Ditengah Pandemi

oleh -227 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Komunitas Kalkun Kudus (K3) menggelar diskusi dan berbagi pengalaman dengan sejumlah anggotanya terkait perkembangan peternakan Kalkun (turkey) yang selama ini telah ditekuni oleh mereka. Bertempat di Kudus Rabbit Park Desa Panjang mereka berkumpul dengan mengusung tema ‘Menabur Asa Ditengah Pandemi’, Minggu (08/11/2020).

Menurut juru bicara Komunitas Kalkun Kudus, Ahmad Idris, keberadaan komunitas ini  merupakan media kumpul satu-satunya yang ada di Kudus. Bersama sejumlah anggota komunitasnyalah mereka saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman.

“ K3 ingin agar kedepan Kalkun hadir sebagai Icon Kudus, new branding kuliner Kudus dan kami tetap menjaga marwah itu,” kata Idris peternak Kalkun asal Desa Wates, Kecamatan Undaan ini.

Bersama sejumlah anggota dan teman-teman komunitas lain terus menerus melakukan komunikasi terhadap peternak kalkun Kudus. Yang tanggal 19 Desember 2019 telah di launching oleh PLT Bupati HM Hartopo kala itu sebagai local identity Kudus.

Kalkun budidaya para peternak di Kudus (Foto: istimewa)

“Alhamdulillah sampai sekarang berjalan pararel seiring banyaknya peternak pemula di Kudus. Bahkan ikut mewarnai peternak kalkun di sekitar Kudus. Kalkun Kudus sudah  memiliki nilai produk tersendiri dikancah nasional,” terangnya.

Dituturkannya, secara umum peternak kalkun di Kudus sudah naik kelas. Sekarang mereja sudah  menggunakan pakan jenis E4 sebagai pro biotik nutrisi tambahan makanan tradisional kalkun yang adalah Protein Nabati.

“Tujuan pemberian pakan E4 adalah untuk lebih meningkatkan nafsu makan dan agar kotoran tidak terlalu bau serta untuk menghasilkan makanan yang berkualitas bagi perkembangan kalkun,” kata dia.

Dijelaskannya formulasi pembuatan pakan ini adalah dengan cara mengawetkan protein nabati dengan fermentasi .  Untuk fermentasi tersebut sendiri,  di dapat dr pencapuran tetes tebu 2 bagian dan EM4 1bagian,  yang di masukkan ke dalam Botol 1,5liter berisi air,  dan diamkan kurang lebih 1 jam.

Para anggota Komunitas Kalkun Kudus (K#) saat melakukan diskusi dan berbagi pengalaman dengan sesama peternak di KRB Panjang, Bae, Kudus (Foto: istimewa)

 “Setelah campuran Molase EM 4 dan air tersebut sudah jadi,  tuangkan ke Media yaitu bisa sayur sayuran atau pohon pisang atau Ampas tahu, dan campurkan secara merata. dan kemudian di masukkan ke dlm Ember atau tong,  dan tutup rapat kurang lebih 24jam. Lalu media tersebut kita buka,  keluar aroma seperti tape,  berarti fermentasi kita berhasil,  dan siap di berikan ke Kalkun kita,” jelas Idris.

Disinggung soal pengalaman komunitasnya di kancah Kudus, Idris menceritakan,  para peternak yang tergabung dalam komunitas kalkun Kudus dengan didampingi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus sudah sering terlibat dalam unjuk kebolehan misalnya di acara Dandangan Kudus.

“Kita juga di ajak pameran holtikultura oleh Dinas Pertanian dan Pangan di Soropadan Temannggung, diajak  studi banding ke Buminaraya farm Sleman Jogjakarta, soal organisasi dan manajemen budidaya kalkun,” terangnya.

Kini menurutnya sudah banyak anak-anak muda yang tertarik beternak Kalkun, hal itu menurutnya terpantau dari banyaknya  group-group kalkun di media social facabook.

“Sementara digrup WA juga muncul berbagai grup seperti Komunitas Kalkun Kudus,  Semarak Kalkun Kudus dan sekarang Komunitas kalkun Kudus yang bersifat lokal Kudus. Kami juga masuk group WA kalkun Indonesia dimana  anggotanya di ambil dua orang dari tiap kabupaten, Intinya peternak kalkun di Kudus masih semangat membangun relasi dengan siapa saja,”  terangnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.