PKL Kudus Tunjukkan Kepedulian, Rutin Bersihkan Kawasan Menara

oleh -386 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Menara Kudus menunjukkan kepeduliannya dengan rutin menggelar aksi bersih-bersih di lingkungan tempat mereka mencari nafkah. Pada Jumat (19/9/2025), seratusan PKL yang tergabung dalam Laskar PKL Menara Kudus turun tangan merapikan dan membersihkan area sepanjang Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Ketua Laskar PKL Menara Kudus, M Nurul Aziz, menyampaikan bahwa aksi resik-resik ini merupakan bentuk tanggung jawab pedagang terhadap kebersihan lingkungan. Ia menegaskan, kebersihan harus dijaga baik saat mulai berjualan maupun setelah tutup.

“Karena kita kan mencari nafkah di lingkungan Jalan Menara, dari awal berjualan bersih, jadi saat tutup juga harus bersih,” ungkap Nurul.

Kegiatan bersih-bersih ini akan dijadwalkan rutin setiap tiga bulan sekali. Saat ini terdapat sekitar 120 PKL yang berjualan di kawasan Jalan Menara, dengan jam operasional berbeda-beda, mulai dari pagi, sore, hingga malam hari.

“Karena kita mencari nafkah di sini, saya selalu pesan kepada anggota PKL agar selalu menjaga kebersihan dan menjalin hubungan baik dengan warga, khususnya di sekitar lokasi jualan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah, mengapresiasi inisiatif para pedagang yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Kudus ke-476. Menurutnya, meskipun kawasan Menara merupakan area terlarang untuk PKL, pemerintah akan melakukan kajian dan penataan melalui Badan Pengelola Kawasan Menara yang baru dibentuk.

“Kalau kawasan ini sebenarnya kawasan terlarang (PKL), tapi nanti sambil jalan kita lakukan penataan, kita lakukan kajian, karena baru saja terbentuk Badan Pengelola Kawasan Menara, nanti kita akan berkoordinasi,” jelas Djati.

Ia juga mengingatkan agar PKL menjaga ketertiban serta menghormati warga sekitar. “Kami mengimbau agar pedagang menjaga ketertiban. Apalagi jika sudah dianggap meresahkan penduduk, harus toleransi kalau ada yang mengeluhkan,” pesannya.

Adapun pedagang di kawasan Jalan Menara terdiri dari PKL tetap maupun PKL kinjeng, yakni pedagang dengan jam berjualan tidak menentu dan berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :