PMK di Kudus Nihil Sebulan Terakhir, Dispertan Waspadai Masuknya Ternak Baru Pasca Iduladha

oleh -557 Dilihat
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memastikan tidak ditemukan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak selama satu bulan terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan seiring masuknya ternak baru dari luar daerah pasca Iduladha.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengatakan kondisi PMK di Kudus saat ini terus membaik. Sebagian besar ternak yang sebelumnya terpapar telah dinyatakan sembuh dan kembali sehat.

Dalam satu bulan terakhir ini tidak ada temuan kasus baru PMK. Kasus yang kemarin ditemukan sebagian besar sudah sembuh. Saat ini masih ada sekitar tiga ekor yang masih dalam proses pengobatan,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).

Menurut Arin, total kasus PMK yang ditemukan di Kudus selama kejadian terakhir mencapai 21 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 ekor berhasil sembuh, sementara tujuh ekor lainnya dilakukan pemotongan paksa untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Tidak ada kasus kematian akibat PMK. Yang ada adalah pemotongan paksa sebagai langkah pengendalian,” jelasnya.

Meski kondisi di Kudus relatif terkendali, pihaknya tetap mengingatkan peternak agar tidak lengah. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat sekitar 14 kabupaten di Jawa Tengah yang masih melaporkan adanya kasus PMK.

Yang perlu kita waspadai sekarang adalah masuknya ternak baru ke kandang-kandang setelah Iduladha. Di Jawa Tengah masih ada sekitar 14 kabupaten yang masih memiliki kasus PMK, sehingga mitigasi harus tetap dilakukan,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dispertan Kudus akan kembali menggencarkan program vaksinasi PMK mulai pekan depan. Fokus vaksinasi akan diberikan kepada ternak yang baru didatangkan dari luar daerah.

Arin menyebut, target vaksinasi dalam satu bulan ke depan mencapai sekitar 1.300 dosis untuk sapi. Sebelumnya, sepanjang Januari hingga April 2026 telah direalisasikan sekitar 1.150 dosis vaksin PMK.

Target tahun 2026 sebanyak 2.500 dosis. Sampai April sudah terealisasi sekitar 1.150 dosis, sehingga sisanya sekitar 1.300 dosis akan kita kejar dalam satu bulan ke depan,” terangnya.

Selain perkembangan PMK, Dispertan juga mencatat adanya fenomena menarik pada pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini. Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai tidak terlalu baik, jumlah kerbau yang dipotong justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Biasanya jumlah pemotongan kerbau berada di kisaran 2.000-an ekor. Tahun ini hampir mencapai 3.000 ekor. Sementara sapi sekitar 400-an ekor,” ungkap Arin.

Ia menilai peningkatan tersebut cukup unik karena sebelumnya terdapat prediksi bahwa jumlah hewan kurban berukuran besar akan menurun akibat keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat.

Secara data justru kerbau menunjukkan kenaikan dibanding tahun lalu. Ini menjadi fenomena yang menarik untuk dicermati,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Dispertan Kudus juga menemukan beberapa kasus cacing hati. Total terdapat tujuh kasus yang ditemukan selama pemeriksaan hewan kurban tahun ini.

Temuan cacing hati ada tujuh kasus, terdiri dari empat kasus pada kerbau dan tiga kasus pada kambing. Untuk sapi tidak ditemukan kasus cacing hati,” pungkasnya. (AS/YM)