Polisi Amankan Empat Siswa, Tawuran Pelajar Libatkan Tiga SMK di Dawe Kudus

oleh -31 Dilihat
Polisi menemukan sejumlah minuman saat memeriksa sepeda motor pelajar pelaku tawuran di Dawe, Kudus (Foto: istimewa/Polres Kudus)

Kudus, isknews.com – Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, tiga sekolah yang terlibat dalam tawuran tersebut yaitu SMK Maarif 2, SMK Nusantara, dan SMKN 2 semuanya di Kudus. Berawal dari provokasi di media sosial, akhirnya pecahlah tawuran yang berlangsung secara spontan terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (4/5/2026) siang.

Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, aksi tawuran dipicu oleh saling provokasi melalui grup WhatsApp dan media sosial hingga berujung aksi penyerangan antar kelompok pelajar.

“Awalnya terjadi provokasi di grup WhatsApp dan media sosial antar pelajar dari tiga SMK tersebut. Mereka kemudian saling menantang hingga akhirnya bertemu dan terjadi tawuran. Polisi mengamankan empat siswa yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, dua kelompok pelajar dari SMK Maarif 2 Kudus dan SMK Nusantara mendatangi SMKN 2 di Kecamatan Dawe setelah adanya kesepakatan untuk bertemu.

“Pelajar dari dua SMK swasta mendatangi SMK negeri di wilayah Dawe. Di lokasi itulah sempat terjadi bentrokan sebelum akhirnya berhasil dibubarkan,” jelasnya.

Aksi tawuran tersebut berhasil dikendalikan setelah personel Polsek Dawe bersama warga setempat turun tangan. Situasi pun cepat diamankan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Anggota kami bersama warga langsung bergerak cepat membubarkan para pelajar yang terlibat. Alhamdulillah situasi bisa segera dikendalikan,” tegasnya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan empat siswa untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, dua unit sepeda motor yang digunakan saat kejadian turut diamankan sebagai barang bukti.

“Kami telah mengamankan empat pelajar dan dua sepeda motor sebagai barang bukti. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ungkapnya.

Kapolres menyayangkan kejadian tersebut karena mencederai dunia pendidikan dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tawuran pelajar tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Pascakejadian, pihak kepolisian menggelar rapat koordinasi bersama pihak sekolah dan stakeholder terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan semua sepakat untuk menjaga kondusivitas serta mencegah tawuran pelajar,” katanya.

Ia juga mengimbau para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpancing provokasi.

“Gunakan media sosial secara bijak dan jangan mudah terpancing ajakan yang mengarah pada tindakan negatif. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam pembinaan,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.