Dikenakan Pasal Berlapis, Polisi Tetapkan 2 Tersangka ‘Tragedi’ Galian C Ilegal Klumpit

oleh

Kudus, isknews.com – Setelah memperoleh sejumlah tekanan, termasuk dari keluarga korban, kasus tenggelamnya 4 bocah dalam Kubangan sisa penggalian di kawasan Galian C ilegal di Blok Alas, Dukuh Santren, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog Kudus yang terjadi pada 22 Januari lalu. Polres Kudus akhirnya menetapkan tersangka atas meninggalnya keempat bocah usia SMP tersebut.

Pasca melakukan pemertiksaan atas sejumlah saksi, Polres Kudus telah menetapkan dua tersangka S dan AM, keduanya dikenal sebagai pengembang dari usaha tambang yang sebelumnya sempat ditutup dalam sebuah kesepakatan bersama antara pengusaha, pemilik tanah, Polres, Satpol PP dan warga di balai Desa Klumpit.   

salah satu kubangan yang berada tak jauh dari kubangan tempat tenggelamnya 4 bocah saat berenang di kawasan galian c ilegal Desa Klumpit, Gebog, Kudus (Foto: YM)

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kudus Ajun Komisaris Rismanto mengatakan penetapan tersangka dilakukan usai melakukan serangkaian pemeriksaan. Setidaknya sembilan saksi dan satu ahli telah diminta keterangan selama masa penyelidikan. 

TRENDING :  Puluhan Pecatur Ikuti Turnamen Catur Agustusan, Komunitas Taman Kesrem Padurenan

Disamping Desa Klimpit dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah di Kabupaten Kudus bukanlah kawasan peruntukan pertambangan, hasil pemeriksaan juga menguatkan adanya dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Aktifitas penambangan ilegal mereka dinilai tidak sesuai amanat yang termaktub dalam UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya di pasal 69 ayat 3.  Dimana Desa Klumpit tidak masuk dalam kawasan pertambangan yang diizinkan di Kabupaten Kudus. Jadi usaha yang mereka lakukan ilegal,” kata Rismanto, Rabu (18/03/2020).

Kelalaian yang dilakukan oleh dua warga Kaliwungu ini telah menyebabkan empat bocah meninggal dunia karena tercebur ke dalam kubangan sedalam sekitar tiga meter pada kubangan berdiameter 10 meter.

TRENDING :  Lolos Tahap Screening, 400 Pebulutangkis Bertarung di Tahap Turnamen

Atas kelalaiannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

“Dan atau pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mati, ancaman lima tahun penjara, jadi kami kenakan pasal berlapis,” ujar dia. 

Saat ini sejumlah alat berat yang digunakan oleh tersangka juga telah disita dan diparkir di halaman Mapolres Kudus. Guna memperlancar proses penyidikan, kedua tersangka telah ditahan.

Secara terpisah penasehat hukum dari YLBHI Bima Sakti yang mendampingi keluarga bocah-bocah korban galian c ilegal, Bima Agus Murwanto SH mengatakan sudah ada langkah maju dari para penyidik kepolisian.

TRENDING :  Penyidik Tipikor Polres Pati Periksa Proyek Pembangunan di Kedumulyo

“Namun seharusnya tersangkanya bukan cuma 2 tapi 5. mengingat selain S dan AM ada Y dan HS yang keduanya juga pengembang yang ikut mengelola galian tersebut juga R sebagai pemilik lahan. Mereka yang 2 orang itu juga belum ditahan,” katanya.

Seperti diketahui Kubangan bekas sisa penggalian di kawasan tersebut telah menewaskan 4 orang anak yang tenggelam saat berenang di tempat tersebut. Mereka adalah M Faruq Ilham (13), M Jihar Gifri (13), David Raditya (14) dan Habib Roihan (13), semuanya warga Desa setempat. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :