Polres Kudus Gelar Latihan Dalmas Antisipasi Gangguan Jelang Pelantikan Presiden Hingga Pilkades Serentak

oleh

Kudus, isknews.com – Sektar 600 personel anggota Polres Kudus dari seluruh Satuan melaksanakan apel antisipasi perkembangan Kamtibmas di wilayah hukum Kudus, di lapangan Kongsi Loram Wetan. Jati Kudus,Sabtu (12/10/2019).

Kapolres Kudus AKBP Saptono yang mrmimpin apel pada pagi itu, menyatakan, apel dimaksud untuk melaksanakan latihan pengendalian massa (Dalmas), dalam mengantisipasi perkembangan Kamtibmas, sehubungan dengan banyaknya demonstrasi dan unjuk rasa menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih serta Pilkades yang akan digelar pada bulan November depan di 116 Desa di wilayah Kabupaten Kudus.

600 anggota polres Kudus dari semua satuan, mengikuti apel jelang pelatihan Dalmas di lapangan Kongsi Loram Wetan Jati Kudus (Foto : YM)

Dalam latihan tersebut selain dikerahkannya ratusan pasukan baik berseragam maupun berpakaian preman juga dilibatkan kendaraan taktis antisipasi gangguan keamanan dan

TRENDING :  Bantu Warga Yang Kesusahan, Anggota Satlantas Polres Kudus Ini Patut Diteladani

Ditemui menjelang latihan dalmas, Kapolres AKBP Saptono mengatakan,  latihan ini dimaksudkan untuk menjaga kesiapan dari seluruh anggota, apabila setiap saat diperlukan untuk digerakkan atau diminta untuk membantu kesatuan lain yang memerlukan,” ujarnya isknews.com.

Dijelaskannya jelang pelantikan Presiden dan Pilkades serentak ini kondisi dan situasi di Kabupaten Kudus masih tetap kondusif, dan tidak terpengaruh dengan kejadian yang ada beberapa daerah di luar Kabupaten Kudus.

“Tapi kami tetap selalu waspada dan monitor setiap pergerakan apabila ada sekelompok masyarakat yang ingin melakukan hal yang sama seperti di Jakarta dan daerah lainnya” ucapnya.

Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarakat Kudus, untuk tetap dan selalu menjaga keamanan ketertiban masyarakat di daerah masing-masing.

TRENDING :  DIPA Polres Kudus 2017 Capai Rp 72,278 M
Kapolres Kudus saat memeriksa kelengkapan anggota termasuk Borgol (Foto: YM)

“Dirinya juga mengatakan tak ingin lagi kecolongan seperti kejadian di Banten dimana pada saat melakukan pengawalan pejabat VIP, pihak pengamanan tak mempersiapkan sejumlah hal termasuk borgol, Kudus adalah milik bersama, maka keamanan dan ketertiban tanggungjawab bersama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini beberapa desa yang berpotensi terjadi gesekan juga telah dipetakan. Hasilnya, ada beberapa desa yang berpotensi terjadi gesekan. Karena itu, ia berjanji tak akan mengendorkan perhatian dan kesiagaan selama proses pilkades serentak digelar.

“Kebanyakan yang berpotensi itu yang memiliki dua calon saja,” lanjutnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono (Foto: YM)

Selain me-monitoring pada seleksi tes balon kades, monitoring juga dilakukan untuk mencegah adanya kampanye hitam yang bisa saja terjadi. Terutama jika pemilihan berada di daerah rawan konflik. Karena pendukung antar calon cukup fanatis.

TRENDING :  BPS Kudus Sebut Metode Sensus Penduduk 2020 Berbeda

Saptono pun berharap seluruh elemen masyarakat bisa mencegah adanya kampanye hitam. Terutama terkait penyebaran berita-berita yang sifatnya menjatuhkan salah satu pihak.

“Kami harapkan masyarakat bisa ikut membantu kondusifitas di lingkungannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, sistem pada Pemilihan Kepala Desa tahun ini mewajibkan adanya tes administrasi pada desa yang memiliki calon kepala lebih dari lima orang.

Di Kudus sendiri bakal ada lima desa yang menerapkan sistem tersebut. Di antaranya, Desa Tergo Kecamatan Dawe, Desa Loram Wetan Kecamatan Jati, Desa Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu, Desa Rahtawu Kecamatan Gebog, dan Desa Gribig Kecamatan Kota. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :