Populasi Hanya 45 Ribu, Jepara Perlu Percepatan Reproduksi Sapi

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan populasi ternak sapi tertinggi. Hal tersebut dikemukakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si saat kegiatan Gebyar Upsus Siwab, tengah pekan ini di lapangan objek wisata Benteng Portugis, Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo Jepara.

“Dari 35 kabupaten/kota, untuk kondisi populasi sapi tertinggi di Jateng Kabupaten Blora 212 ribu ekor, Kabupaten Grobogan, Wonogiri, Rembang, Pati, dan ternyata enam besar yang nomor enam adalah Kabupaten Jepara. Meskipun baru kurang lebih 45 ribu, saya pandang Jepara mempunyai potensi untuk mengembangkan lebih banyak lagi,” ujar Heru.

Dikatakannya, Kegiatan Gebyar Upsus Siwab ini yang merupakan kegiatan yang terintegrasi untuk percepatan peningkatan populasi sapi secara berkelanjutan melalui sistem manajemen reproduksi, meliputi serangkaian kegiatan pelayanan terhadap masyarakat tanpa dipungut biaya.

TRENDING :  Persijap Bawa 18 Pemain ke Sleman

Senada dikatakan Wagub, terkait peringkat Jepara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, Ir. Agus Wariyanto SIP, MM mengatakan populasi sapi potong di Jateng tahun 2016 sebesar 1.642.578 ekor, dan target akseptor Upsus Siwab Jateng 514.984 ekor, yang kegiatannya dialokasikan di 29 kabupaten dan 2 kota (Kota Semarang dan Salatiga). “Kabupaten Jepara adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang mendapat alokasi kegiatan Upsus Siwab dengan terget akseptor sebanyak 8.516 ekor dan capaian sampai dengan pertengahan Juni ini sebanyak 9.319 ekor atau 109,43 persen, dan merupakan peringkat tertinggi di Jateng,” katanya.

Untuk sasaran Upsus Siwab , Agus Wariyanto menyebutkan, salah satunya adalah terjadinya kebuntingan dari Inseminasi Buatan (IB) dan kawin alam minimal 70 persen. “Jawa Tengah target kebuntingan sebanyak kurang lebih 375.000 ekor,” ungkapnya.

TRENDING :  Kepedulian Merawat Infrastruktur Harus Ditingkatkan

Sedangkan untuk Sumber Daya Manusia IB dirinya menyebutkan tersedia sebanyak 907 orang inseminator, Pemeriksa Kebuntingan (PKb) kurang lebih 400 orang, dan Asisten Tehnik Reproduksi (ATR) kurang lebih sekitar 300 orang.

“Realisasi Upsus Siwab sampai dengan 15 Juli 2017, untuk akseptor yang sudah dilayani ID sebanyak 354.292 ekor atau 68,80 persen dari target. Kebuntingan sebanyak 39.535 ekor atau 10,52 persen dari target, dan kelahiran sebanyak 24.174 ekor atau 8,04 persen dari target,” paparnya.

Dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng, sejak Januari sampai dengan Juli, posisi capaian kinerja Upsus Siwab Jateng merupakan peringkat pertama secara nasional. “Untuk Kecamatan Donorojo ini juga akan diusulkan menjadi wilayah sumber bibit sapi PO sebagai replikasi Kabupaten Kebumen dan Rembang,” tutupnya.

Sejalan dengan program dari pemerintah pusat tersebut, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, SE menyebutkan, pada tingkat lokal banyak upaya yang telah dilakukan untuk mewujudkan Program Swasembada Daging dan Sapi. “Sebelum program Upsus SIWAB dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian RI, sejak tahun 2015 Jepara telah melaksanakan program JIMAT (Jaminan Inseminasi Buatan) yang dananya bersumber dari APBD, dengan pilot project di Kecamatan Donorojo,” katanya.

TRENDING :  Pejabat Pemkab Jepara Adu Kecepatan di Kolam Renang

Program JIMAT yang dilaksanakan dari Februari sampai dengan Mei setiap tahunnya dikatakan, telah mengcover 3.482 akseptor, dan dari 5.000 dosis target IB gratis tahun 2017, telah tercapai 5.375 dosis atau 107 persen. “Selain pelayanan IB gratis, program JIMAT juga berisi kegiatan seperti pemeriksaan kebuntingan, pemberian ultramineral, pemberian obat cacing, serta vitamin dan multivitamin secara gratis bagi 5.000 ekor indukan,” imbuhnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Comments are closed.