PP Muhammadiyah, Berikan Santunan dan Tanda Jasa Nakes RSA Gugur Saat Tangani Covid-19

oleh -207 kali dibaca
Pemberian tali asih oleh Direktur RS Aisyiyah dr Hilal Ariyadi (Kanan) kepada kakak Almarhum Satriyo Yudo Budi Wicaksono (Kiri) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus menyampaikan penghargaan Bakti Untuk Negeri kepada Manggala Putra Mahardika, petugas tenaga kesehatan Rumah Sakit Aisyiyah Kudus yang gugur saat menjalankan tugas penanganan covid, Selasa, (02/02/2021).

Upacara simbolis pemberian tali asih kepada Almarhum Mandala dilakukan di Aula lantai 3 RS Aisyiyah Kudus dalam suasana haru dan isak tangis saat diputarkan video in memoriam perawat asal Jekulo tersebut.

Direktur RS Aisiyah Kudus, dr Hilal Ariyadi mengatakan Manggala Putra Mahardika, 29 tahun meninggal terkonfirmasi positif covid di RSUD dr Moewardi Solo pada 25 Agustus 2020 lalu. Kendati Manggala telah meninggal lima bulan lalu, namun jasanya hingga kini masih terkenang.

“Manggala di sini menjadi Kepala Ruang Isolasi Covid-19. Kami ingat betul bagaimana perjuangan Manggala dalam membantu penaganan covid di rumah sakit ini,” ujar Hilal dengan nada sendu.

Di mata tenaga medis RS Aisyiyah, Manggala dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan totalitas dalam bekerja. Untuk mengenang jasa Manggala, RS Aisyiyah melakukan kegiatan pemberian tali asih pada tenaga kesehatan yang gugur saat penanganan covid.

“Tali asih ini merupakan progam bakti untuk negeri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hari ini kita serahkan tali asih senilai Rp. 20 juta, sertifikat dan pin emas,” ujarnya.

Tali asih ini memang tidak sebanding dengan pengorbanan dan perjuangan tenaga medis dalam melawan pandemi. Meski begitu, tali asih ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka selama ini.

“Total tenaga kesehatan kami yang terinfeksi covid ada 28 orang, semuanya Alhamdulillah sembuh namun ada satu diantaranya meninggal dunia, saudara Mandala,” imbuh dia.

Terpisah, kakak Manggala Putra Mahardika, Satriyo Yudo Budi Wicaksono mengucapkan terimakasih atas apresiasi dan tali asih dan penghargaan yang diberikan pada almarhum adiknya.

“Kebetulan saya menjadi Kepala Gugus Tugas Covid-19 Muhammadiyah atau  Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) serta wakil ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sehingga saya tahu bagaimana kerja keras tenaga medis dalam menangani pandemi ini. Tidak mudah,” pungkasnya.

Meski sudah beberapa bulan lalu meninggal, ia sangat berterima kasih hingga kini jasa adiknya masih dikenang.
“Saya tahu bagaimana kerja keras adik saya dan tenaga medis lain dalam menangani pandemi ini. Kalau keluarga sempat khawatir, tapi ini memang sudah tugas kami”, terangnya.

Lebih lanjut ia menyatakan almarhum seharusnya menikah pada bulan Desember 2020 lalu. Namun takdir berkendak lain.

“Harusnya 24 Desember 2020 kemarin menikah, pada saat itu sudah persiapan menikah. Saya waktu itu yang mendampingi almarhum adik saya di rumah sakit hingga menghembuskan nafas terakhir,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Almarhum juga memperoleh santunan dari Lazismu Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.