PRA Kedungsari Kini Miliki Gedung PAUD Baru

oleh

Kudus, isknews.com – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari Gebog Kudus kini memiliki gedung PAUD, setelah panitia pembangunan gedung PAUD Aisyiah secara simbolis menyerahkan  kepada ketua PRA Kedungsari.  Gedung PAUD Aisyiah didirikan di atas tanah wakaf  H Sutiyono dan Hj dr  Ratna yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 1 Januari 2019 lalu.

Menurut Endang Kursistiyani,  salah satu promotor pembangunan gedung PAUD yang juga legislator dari PAN ini mengatakan,  para pengurus PRA Kedungsari bersyukur  karena harapan untuk memiliki gedung PAUD sendiri, bukan menumpang pada rumah salah satu anggota Aisyiah, kini dikabulkan Allah dengan segera setelah gigih mereka menggali dana dari sejumlah donator.

Gedung PAUD yang kini diserahkan kepada PRA Kedungsari Gebog Kudus oleh panitia pembangunan Aisyiyah (Foto: istimewa)

“Alhamdullilah mereka mendapatkan dana banyak donatur dari warga Muhammadiyah dan Asyiah ranting Kedungsari dan warga sekitar maupun dari seluruh warga di Kabupaten Kudus,” katanya, Sabtu (07/09/2019)

TRENDING :  Malu Terkena Stroke, Kakek Bunuh Diri

Gedung ini dibangun tepat 8 bulan seperti rencana  dengan 3 lantai.

“Saat ini gedung di lantai 1 telah dapat digunakan untuk proses pembelajaran,” terang dia.

Pada acara serah terima , Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Dr Achmad Hilal Madjdi menyampaikan sambutan dan pengarahan bahwa PAUD merupakan lembaga pendidikan usia dini atau usia awal dimana anak-anak didik mulai belajar.

TRENDING :  Rina Tamzil Ajak Warga Berpartisipasi Aktif Sukseskan Kampung KB

“Pendidikan awal sangat berperan dalam menanamkan karakter atau akhlak mulia pada anak-anak. Karakter jujur, disiplin, menghargai orang lain, sabar, dan karakter-karakter lainnya,” terangnya.

Hilal, menyampaikan pengalaman ketika berdiskusi dengan seorang guru dari Australia. Pada saat itu, siswa Indonesia berhasil menjadi juara olimpiade matematika internasional. Seluruh bangsa Indonesia termasuk guru sangat membanggakan siswa tersebut.

TRENDING :  Puluhan Ribu Kartu E-KTP Rusak Dibakar

“Dan yang mengagetkan adalah ada seorang guru di Australia yang berkata, saya tidak khawatir jika siswa saya tidak pintar matematika, karena saya lebih khawatir jika siswa saya tidak dapat mengantri” terangnya .

Mengapa “antri” sangat diutamakan? Ternyata dengan “antri” merupakan cara melatih anak secara sistematis untuk, Managemen waktu, Sabar, Menghargai hak orang lain, Berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain, Berpikir kreatif cara mengisi waktu luang saat mengantri, Bersosialisasi dengan sesama orang yang mengantri.

“Karakter atau akhlak mulia itulah yang perlu ditanamkan pada anak usia dini sehingga menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :