Kudus, isknews.com – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menunjukkan konsistensinya sebagai jurusan dengan jumlah lulusan terbanyak di Fakultas Teknik. Pada Wisuda ke-74 UMK, Rabu (21/5/2025), Prodi SI berhasil meluluskan 116 mahasiswa dari total 283 wisudawan Fakultas Teknik. Tiga di antaranya, Cindy Ari Wijaya, Gufron Tamami dan Zidane Maulana Chilmy, menjadi bukti nyata bahwa kuliah di Prodi SI UMK tidak hanya mudah dilalui, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan berkualitas dalam waktu singkat.
Kisah Sukses Cindy Ari Wijaya: Lulus 3,5 Tahun dan menjadi wisudawan terbaik
Cindy Ari Wijaya, wisudawati S1 kelas paralel (kelas karyawan), berhasil menyandang predikat lulusan terbaik sekaligus menyelesaikan studinya hanya dalam 3,5 tahun melalui skema skripsi dan publikasi ilmiah.
“Prosesnya jauh lebih efisien. Saya cukup menyusun penelitian, mempublikasikannya, lalu sidang dalam bentuk konfirmasi tanpa revisi. Ini sangat membantu, apalagi bagi mahasiswa yang ingin cepat lulus tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Cindy.
Gufron Tamami lulusan S1 setara denga lulusan S2: Bukti Fleksibilitas Prodi SI UMK
Tak jauh berbeda, Gufron Tamami, salah satu wisudawan lainnya, juga memanfaatkan program tugas akhir alternatif dengan membuat artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Sinta 2. Karyanya tersebut diakui sebagai pengganti skripsi dan membuatnya lulus lebih cepat.
“Saya publikasi artikel ilmiah di jurnal Sinta 2 meskipun syarat lulus dari prodi sebenarnya hanya Sinta 3. Dengan skema ini, saya bisa lulus lebih cepat dan bimbingan yang lebih singkat,” kata Gufron.
Zidane Maulana Chilmy lulus dengan rekognisi: Tidak membuat laporan skripsi
“Saya memang lebih tertarik pada pengembangan aplikasi daripada menulis teori Panjang. Dengan skema ini, Saya bisa fokus mengasah kemampuan pemrograman sekaligus menghasilkan produk yang benar-benar bermanfaat. Proses bimbingannya pun lebih praktis, hanya membutuhkan 6 pertemuan dibandingkan skripsi biasa yang bisa mencapai 14 pertemuan,” ujar Zidane.
Aplikasi buatan Zidane kini telah diimplementasikan di organisasi tersebut, membuktikan bahwa tugas akhir alternatif tidak kalah berkualitas dengan skripsi konvensional.
Prodi SI UMK: Terbanyak Lulusan, Beragam Pilihan Tugas Akhir
Dr. Ir. Muhammad Arifin, S.Kom., M.Kom., IPM, Plt. Kaprodi SI UMK, menjelaskan bahwa keberhasilan Cindy dan Gufron adalah contoh nyata dari kebijakan Merdeka Belajar yang diadopsi prodi ini.
“Kami menawarkan enam skema tugas akhir, mulai dari skripsi reguler, publikasi jurnal, pengembangan aplikasi, hingga pencapaian di kompetisi ilmiah. Fleksibilitas ini membuat mahasiswa bisa memilih metode yang paling sesuai dengan minat dan keahlian mereka,” jelas Arifin pria yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Teknik UMK.
Tahun ini, sebanyak 39 dari 116 lulusan SI memilih skema non-skripsi, angka yang meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya (hanya 11 orang). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa semakin terbantu dengan adanya pilihan yang lebih aplikatif dan efisien.
Tetap Jaga Kualitas Meski Proses Lebih Mudah
Arifin menegaskan bahwa meskipun proses kelulusan dibuat lebih mudah, kualitas lulusan tetap dijaga. “Skema-skema ini justru mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya nyata, baik berupa aplikasi, penelitian terpublikasi, atau produk inovatif lainnya. Ini sangat relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ke depan, Prodi SI UMK berencana memperluas opsi tugas akhir sembari terus memastikan standar kompetensi lulusan tetap tinggi. Dengan kisah sukses Cindy, Gufron dan Zidane Maulana Chilmy, semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk lulus tepat waktu tanpa hambatan skripsi konvensional.
“Kuliah di SI UMK itu mudah lulus asalkan serius belajar dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada,” pungkas Cindy. Pesan yang patut menjadi inspirasi bagi calon mahasiswa yang ingin meraih gelar sarjana dengan cara lebih fleksibel. (*)






