Program Balik Rantau 2026, Bupati Kudus Lepas 300 Peserta dengan Enam Bus

oleh -351 Dilihat
Foto: Diskominfo Kudus.

Kudus, isknews.com – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menggelar program balik rantau tahun 2026 dengan memberangkatkan 300 peserta menggunakan enam armada bus. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kemudahan transportasi bagi para perantau yang hendak kembali ke tempat kerja usai merayakan Idulfitri di kampung halaman. Selain itu, program ini juga merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perusahaan dan lembaga yang turut berkontribusi dalam menyukseskan program mudik dan balik gratis tahun ini. Dukungan datang dari PT Djarum, PT Nojorono Tobacco International, PT Pura Barutama, PT Sukun Wartono Indonesia, serta Baznas dan FKMK.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin. Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para perantau, dan perjalanan mereka berjalan lancar hingga sampai tujuan,” ujar Bupati.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga sikap dan membawa nama baik daerah selama berada di perantauan. Menurutnya, hal tersebut penting sebagai bentuk identitas dan kebanggaan sebagai warga Kudus.

“Dimanapun berada, tetap jaga nama baik Kudus. Semoga sukses dalam bekerja dan segala ikhtiar yang dilakukan membuahkan hasil terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Mundir, menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang demi menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para peserta.

“Sebanyak enam bus telah kami siapkan untuk mengangkut 300 peserta. Kami juga sudah memastikan kondisi armada layak jalan serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar perjalanan berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Salah satu peserta, Akmal Hadi, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Perantau asal Desa Bae itu menilai fasilitas yang diberikan sangat membantu, terutama dalam menghemat biaya perjalanan kembali ke tempat kerja.

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga perjalanan kami diberi kelancaran dan ke depan program ini bisa menjangkau lebih banyak peserta,” ungkapnya.

Melalui program balik rantau ini, diharapkan para perantau dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman, sekaligus terus membawa semangat positif untuk mendukung pembangunan daerah asalnya. (AS/YM)