Proyek Drainase Mlati Kidul–Jepang Pendem Capai 15 Persen, Ditarget Rampung Sebelum Tenggat

oleh -467 Dilihat
Potret proyek pembangunan drainase dijalan Mlati Kidul-Jepang Pakis, Rabu (27/8/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Proyek pembangunan drainase di Jalan Mlati Kidul–Jepang Pendem, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terus dikebut. Hingga Selasa (26/8/2025), progres fisik pekerjaan sudah mencapai 15 persen sejak dimulai pada 20 Agustus lalu.

Pekerjaan dengan nomor kontrak 602/KONTRAK/PPK/03.06-11/TBD/2025 ini dikerjakan oleh CV Karya Bersama dengan nilai kontrak Rp621,4 juta. Anggaran berasal dari APBD Kabupaten Kudus tahun 2025.

Pelaksana CV Karya Bersama, Ma’ruf Firmansyah, menjelaskan masa kontrak pekerjaan drainase ini terhitung sejak 1 Agustus 2025 dengan durasi 90 hari kalender. Ia optimistis pengerjaan bisa rampung lebih cepat dari tenggat waktu yang diberikan.

“Target kami 90 hari kerja, tapi sebelum itu insyaallah sudah selesai. Sampai hari ini (26 Agustus 2025) progresnya sudah 15 persen,” ujarnya.

Ma’ruf menerangkan, drainase yang dibangun hanya berada di sisi timur jalan dengan panjang kurang lebih 280 meter.

Saluran tersebut memiliki tinggi 70 sentimeter dan lebar 60 sentimeter, serta dilengkapi tutup saluran setebal 12 sentimeter.

Selain itu, ada pekerjaan tambahan berupa pembersihan atau normalisasi saluran lama sepanjang 40 meter.

Hingga pekan pertama, galian drainase sudah mencapai lebih dari 100 meter, sementara lantai kerja sudah dikerjakan sekitar 70 meter.

“Besok rencananya mulai pekerjaan dinding saluran. Targetnya 50 meter pengecoran dinding,” katanya.

Setiap hari, sebanyak 14 pekerja dikerahkan untuk mempercepat progres pembangunan.

Sebagian Saluran Dibiarkan Terbuka

Ma’ruf menambahkan, tidak semua saluran akan diberi tutup. Di depan SD 5 Jepang, saluran dibiarkan terbuka sesuai permintaan masyarakat.

Hal ini dilakukan karena lokasi tersebut digunakan untuk berjualan para pedagang kaki lima (PKL).

Selain itu, saat hujan deras, air mengalir deras ke area tersebut sehingga lebih efektif jika drainase tetap terbuka.

“Drainase yang tidak ditutup nanti sekitar 17 meter, sedangkan 263 meter lainnya akan ditutup,” jelasnya.

Didukung Anggaran Infrastruktur Rp42 Miliar

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan tahun ini pihaknya mengelola dana sekitar Rp42 miliar yang bersumber dari DBHCHT 2025. Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur di Kudus.

“Kurang lebih ada 16 paket pekerjaan skala besar yang dilaksanakan hingga akhir tahun 2025. Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, hingga pembangunan jembatan,” terangnya.

Dengan adanya proyek drainase di Jalan Mlati Kidul–Jepang Pendem ini, pemerintah berharap permasalahan genangan air di kawasan tersebut dapat segera teratasi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :