PT Djarum Benahi 12 Rumah Warga di Pati, Total Bantuan Rp840 Juta

oleh -135 Dilihat
Para penerima manfaat Program RSLH PT Djarum di Kabupaten Pati Tahun 2026 dalam seremonial serah terima rumah di Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (21/10). (Foto: Najib/ISKNEWS.COM)

PATI, ISKNEWS.COM – PT Djarum menyalurkan bantuan senilai Rp840 juta untuk renovasi dan pembangunan ulang 12 rumah warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Dari 12 rumah tersebut, tujuh berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, dan lima lainnya di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo. Setiap rumah menerima bantuan pembangunan atau renovasi sekitar Rp70 juta.

Serah terima manfaat program tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (21/10/2026). Acara ini dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, perwakilan dinas terkait, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

Salah satu penerima manfaat, Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, mengaku bersyukur rumahnya kini lebih layak untuk ditempati. Sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit itu tinggal bersama istri dan seorang anaknya di rumah berdinding anyaman bambu, berlantai tanah, dan beratap bocor.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami mau direnovasi, saya sudah sangat senang. Sampai akhirnya selesai, pastinya makin senang,” ujar Anam.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyerahkan secara simbolis rumah program
RSLH dari PT Djarum kepada penerima manfaat, Syaiful Anam, di Pendopo Kabupaten Pati,
Jawa Tengah pada Rabu (21/10). (Foto: Dok. Istimewa)

Ia mengatakan, kondisi rumah sebelumnya membuat keluarganya tidak nyaman, terutama saat cuaca panas dan hujan. Atap yang bocor menyebabkan air masuk ke dalam rumah, sedangkan dinding anyaman bambu dan lantai tanah membuat hunian kurang layak. Bahkan, ular terkadang masuk melalui bagian belakang rumah.

Setelah mendapatkan bantuan, kondisi rumah Anam berubah. Lantainya kini berkeramik, dindingnya telah menjadi tembok bata, dan atapnya diperbaiki sehingga keluarganya dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bataan, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga. Sudah permanen,” katanya.

Siti Nurkhayati (40). (Foto: Najib/ISKNEWS.COM)

Sementara itu, Siti Nurkhayati (40), warga Desa Purwosari RT 7/RW 3, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mengaku kini dapat beristirahat dengan lebih tenang setelah rumahnya direnovasi. Selama kurang lebih 10 tahun, ia harus menghadapi kondisi rumah yang kerap bocor saat hujan, sementara lantainya masih berupa tanah.

“Senang dan nyaman. Biasanya kalau hujan tidak bisa tidur, tetapi sekarang setelah direnovasi bisa tidur dengan tenang,” ujarnya.

Pemkab Pati Apresiasi Program Rumah Layak Huni

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha diperlukan untuk memperluas bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pati tentu mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Djarum atas kepeduliannya kepada masyarakat Pati melalui program Rumah Sederhana Layak Huni. Bantuan ini merupakan suatu anugerah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat,” ujar Risma.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut, tidak hanya melalui program RSLH, tetapi juga melalui berbagai inisiatif lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Risma juga berharap kontribusi tersebut dapat mendorong pihak lain untuk ikut membantu keluarga yang membutuhkan.

PT Djarum Sesuaikan Rumah dengan Kebutuhan Penghuni

General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, renovasi dan pembangunan ulang rumah dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah anggota keluarga serta kebutuhan penghuni. Penataan ruang, termasuk kamar tidur, dapur, dan fasilitas sanitasi, diperhatikan agar rumah menjadi lebih aman, nyaman, dan sehat.

“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa mereka (penerima manfaat) perlu diberikan tempat yang layak. Karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga-keluarga yang masih punya anak kecil. Jadi kami berharap kalau rumahnya sudah dibenahi, kehidupan mereka bisa lebih sejahtera,” kata Budiharto.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program RSLH melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar. PT Djarum memberikan bantuan pembangunan atau renovasi sesuai cakupan program sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pekerjaan yang dibiayai melalui bantuan tersebut.

Kondisi rumah sebelum dan sesudah direnovasi. (Foto: Dok. Istimewa)

Masyarakat sekitar juga dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong. Budiharto berharap program ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi satu trigger buat perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Karena program ini merupakan salah satu komitmen perusahaan, kami ingin masyarakat sekitar menjadi tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama. Mungkin ini kontribusi kecil kami buat Indonesia, tapi kalau dilakukan secara konsisten, semoga bisa membantu kehidupan masyarakat lebih meningkat sesuai tagline kami, ‘Tumbuh Bersama Indonesia’,” ujarnya.

PT Djarum Targetkan 492 Rumah pada 2026

Program Rumah Sederhana Layak Huni merupakan bagian dari komitmen sosial PT Djarum untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang layak. Pada 2026, perusahaan menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 492 rumah di sejumlah wilayah, yakni Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Sebelum serah terima 12 rumah di Pati, program tersebut telah mencatat penyelesaian 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, dan 10 rumah di Wonogiri.

Program RSLH telah berjalan sejak 2022. Hingga akhir 2025, PT Djarum mencatat telah menyelesaikan renovasi 626 hunian di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Melalui program ini, PT Djarum berharap semakin banyak keluarga dapat menempati rumah yang layak dan memiliki lingkungan tempat tinggal yang mendukung kesehatan, kenyamanan, serta peningkatan kualitas hidup. (NB/ISKNEWS.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.