Puluhan Artis Mural Jalanan Ekspresikan Karyanya Pada Lomba Lukis Mural Yang Digelar KPU Dan PWI

oleh -631 Dilihat

Kudus, isknews.com – Anak-anak muda para pelukis mural jalanan yang biasa melukis di tembok-tembok di sudut kota Kudus, pagi tadi memperoleh arena mengekspresikan ide karya seni lukis dengan media dinding di halaman Kantor UPT Laboratorium Kesehatan Daerah DKK Kudus, meski tak semuanya adalah artis jalanan, karena beberapa dari mereka sudah menjadikan mural sebagai lahan mencari uang misalnya mural untuk kafe dan sebagainya, namun sebagian beser pesera lomba lukis moral pagi tadi adalah para pelukis mural jalanan..

Masiih dalam satu rangkaian Pencanangan Gerakan Sadar Pilkada Serentak 2018  yang digelar oleh KPU Kabupaten Kudus, selain Jalan Sehat dan donor darah, pagi tadi di loksasi yang sama juga digelar ” Mural Competition 2018, Sukses Pilgub Jateng Dan Sukses Pilbup Kudus 27 Juni 2018″ , KPU Kudus pada even ini bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus, Minggu (29/10/17).
 
Lomba  “mural” atau melukis dengan media dinding untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus 2018 dimaksudkan untuk mengkampanyekan pemilihan umum yang sehat dan berkualitas.

Disampaikan oleh anggota KPU Kudus Eni Misdayani, di arena lomba diadakannya lomba mural karena lewat lukisan di dinding pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat mudah diterima, dipahami dan diingat, dengan sub temanya, yakni pemilih cerdas, tolak golongan putih (golput) serta tolak politik uang.

“Karena dibuat dalam bentuk lukisan dengan gaya anak muda sehingga akan bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda terutama para pemilih pemula untuk membacanya,” ujar Eni Misdayani komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Lomba ini diikuti oleh 29 orang seniman mural yang sebagian besar anak muda, degan media papan triplek berwarna putih yang disediakan oleh panitia dan hadiah bagi para pemenang lomba Mural dari KPU Kudus.

Sementara itu Saiful Anas, ketua PWI Kudus, menyampaikan ide menjadikan mural sebagai lomba untuk menyosialisasikan program dari KPU adalah karena Mural merupakan media baru dan kini mural bukan hanya sebagai media pelengkap interior saja karena dewasa ini para seniman jalanan (street artist) menjadikan mural sebagai media kam­panye, idealisme dan ekspresi seniman itu sendiri.

“Kami menilai mural dapat dijadikan sebagai salah satu media alternatif untuk menyam­paikan pesan kepada masyarakat. Mural pun kini dikenal sebagai seni publik karena lokasi keberadaannya, tema maupun penyampaiannya yang melibat­kan masyarakat secara langsung. serta pesan yang disampaikan kepada masyarakat juga bisa bertahan lama karena tidak mudah rusak oleh faktor cuaca.,” katanya.

Pendaftaran lomba mural tersebut gratis dan pesertanya harus warga Kudus yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP).

Pemenang lomba Mural siang tadi langsung di umumkan oleh 4 Orang Dewan Juri yang terdiri wakil dari dua Wartawan, Seniman Mural Kudus dan Seorang Guru Seni yang dari hasil penjuriannya mengumumkan Juara 1 dimenangkan oleh Muh Firdaus dari Desa Nganguk, Juara 2 Rifqi Arfiyan dari Kedungsari, juara 3 Ahmad Maymun dari Samireji Dawe, juara Harapan 1 Sholihul Affandi Cendono Dawe, Juara Harapan 2 Agnis Maulana Mlati Kidul dan juara harapan 3 Edi Ssiswanto dari Purworejo Bae.

Para pemenang diberika trophy dan hadiah uang tunai oleh panitia dan selanjutnya karya para peserta lomba Mural disimpan oleh KPU untuk di pajang di Sekretariat KPU. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.