Pura Group Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir di Kudus

oleh -1458 Dilihat
Direktur HR-GA Pura Group, Agung Subani menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (15/1/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Pura Group menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Kamis (15/1/2026). Tim menyalurkan bantuan secara terpusat di posko, yaitu aula Balai Desa Jati Wetan.

Direktur HR-GA Pura Group, Agung Subani menyampaikan bahwa tim mendistribusikan bantuan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Selain membagikan bantuan di posko Jati Wetan, tim juga meninjau sejumlah titik pengungsian lainnya

“Pagi ini kami distribusikan di posko Jati Wetan, selanjutnya tim akan menyebar ke beberapa titik pengungsian lain. Kami sudah menyiapkan bantuan dan akan menyalurkannya sesuai laporan masing-masing posko,” ujar Agung.

Ia menyatakan pihaknya menyesuaikan jumlah penerima bantuan sesuai data lapangan. Tim Pura Group terus berkoordinasi dengan petugas posko untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

“Tim kami sedang menyebar dan kami minta laporan dari tiap titik. Setelah itu bantuan akan segera kami distribusikan sesuai kebutuhan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” tambahnya.

Pura Group menyalurkan bantuan logistik yang meliputi beras, telur, mi instan, minyak goreng, gula, dan lain-lain.

Sementara itu, bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sedang hingga lebat melanda Kabupaten Kudus sejak Jumat (9/1/2026). Kondisi tersebut menyebabkan banjir meluas di berbagai wilayah akibat meluapnya sejumlah sungai serta meningkatnya debit air kiriman dari daerah hulu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat sebanyak 7.472 rumah warga terendam banjir. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyebutkan bahwa dampak bencana hampir merata di wilayah Kudus.

“Berdasarkan data per Selasa, 14 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, bencana tercatat terjadi di 9 kecamatan dan 61 desa. Jumlah warga terdampak mencapai 48.305 jiwa,” ungkap Eko.

Ia menjelaskan, banjir menjadi kejadian paling dominan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Selain permukiman warga, banjir juga merendam area persawahan serta mengganggu akses jalan di sejumlah titik.

Selain banjir, BPBD Kudus juga mencatat 127 titik tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di wilayah perbukitan Kecamatan Gebog dan Dawe. Longsor tersebut berdampak pada 33 rumah warga serta merusak sejumlah akses jalan desa.

Cuaca ekstrem yang disertai angin kencang turut menyebabkan bencana lain, seperti 14 pohon tumbang, lima kendaraan rusak, serta kerusakan pada beberapa fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan tempat ibadah.

Eko menambahkan, BPBD Kudus bersama TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, serta relawan terus melakukan penanganan darurat. Upaya tersebut meliputi evakuasi warga, pendirian dan operasional dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, serta pembaruan data secara berkala.

“Sebagian warga terpaksa mengungsi; saat ini, 233 kepala keluarga atau 596 jiwa menempati titik pengungsian yang telah disiapkan,” jelasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.