KUDUS, ISKNEWS.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus menggelar Leadership Training dan Orientasi Anggota selama dua hari, yakni Selasa (21/7/2026) dan Kamis (23/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, Berkompetensi Teknis dan Etis“, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan sekaligus memperkuat kaderisasi organisasi menjelang reorganisasi PWI Kabupaten Kudus pada 2027.
Sebanyak 6 wartawan baru dan 20 wartawan senior dari media cetak, media siber, dan radio mengikuti kegiatan tersebut. Leadership Training dilaksanakan pada hari pertama, sedangkan hari kedua diisi dengan Orientasi Ke-PWI-an sebagai pembekalan bagi wartawan yang akan memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI Muda.
Menariknya, meski diprioritaskan bagi anggota baru, kegiatan ini juga diikuti sejumlah wartawan senior yang sebelumnya telah mengikuti Leadership Training maupun Orientasi Ke-PWI-an.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran melalui berbagi pengalaman dan mempererat solidaritas antargenerasi di lingkungan PWI.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dalam sambutannya, ia menegaskan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut wartawan terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
“Pemerintah merasa perlu bermitra strategis dengan PWI Kabupaten Kudus. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Kudus yang kita cintai ini,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, pola kerja jurnalistik kini berubah sangat cepat. Penyampaian informasi yang dahulu membutuhkan waktu berjam-jam kini dituntut berlangsung dalam hitungan detik.
Karena itu, wartawan harus menguasai teknologi, namun tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan.
“Di era digital yang berkembang sangat luar biasa ini, tuntutan bagi rekan-rekan pers semakin tinggi untuk menguasai semua lini, baik IT, Artificial Intelligence (AI), dan lain sebagainya. Penyampaian berita sekarang dihitung per detik, sehingga kecepatan harus diimbangi dengan ketepatan informasi,” katanya.
Sam’ani juga mengingatkan agar media tidak terjebak pada arus informasi viral yang belum tentu benar.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berbasis fakta dan proses konfirmasi kepada narasumber.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kudus Syaiful Annas mengatakan, Leadership Training dan Orientasi Anggota merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyiapkan kader-kader PWI yang berkualitas menjelang reorganisasi pada 2027.
“Kegiatan ini bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi keanggotaan. Kami ingin membangun organisasi yang semakin solid. Anggota baru harus memahami sejarah PWI, aturan organisasi, kode etik jurnalistik, serta hak dan kewajiban sebagai anggota. Jangan hanya bergabung karena ingin memiliki kartu anggota, tetapi juga harus memiliki komitmen untuk membesarkan organisasi dan menjaga marwah profesi wartawan,” ujar Annas.
Ia menjelaskan, Leadership Training pada hari pertama diisi dua materi utama. Materi Public Speaking bagi Wartawan disampaikan oleh Dr. Dhini Rama Dhania, S.Psi., M.Si. dari Universitas Muria Kudus (UMK), yang membekali peserta teknik komunikasi efektif, kemampuan berbicara di depan publik, serta membangun kepercayaan diri sebagai jurnalis.
Selanjutnya, Deka Hendratmanto, S.Sos., M.I.Kom. menyampaikan materi Etika Jurnalistik, yang mengulas penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam praktik peliputan, pentingnya independensi pers, akurasi informasi, hingga tanggung jawab moral wartawan dalam menyajikan berita yang berkualitas.
Adapun pada hari kedua, peserta akan mengikuti Orientasi Ke-PWI-an yang menghadirkan pemateri dari PWI Provinsi Jawa Tengah. Materi yang diberikan meliputi Hukum Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Peraturan Organisasi, Ke-PWI-an, serta Konvergensi Media sebagai materi penguatan dalam menghadapi transformasi industri media.
Menurut Annas, rangkaian materi tersebut dirancang tidak hanya sebagai syarat memperoleh KTA PWI Muda, tetapi juga membentuk wartawan yang memahami organisasi, menguasai kompetensi teknis, menjunjung tinggi etika profesi, dan siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital.
“Kami juga sengaja melibatkan anggota senior dalam kegiatan ini agar proses kaderisasi berjalan berkelanjutan. Mereka dapat berbagi pengalaman kepada anggota baru sehingga nilai-nilai organisasi, profesionalisme, dan integritas tetap terjaga di tubuh PWI Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (YM/YM)










