Peringati HPN, Jurnalis Kudus Ziarah Ke Makam Sosrokartono, Wartawan Peliput Perang Dunia I

oleh -620 kali dibaca
Sejumlah awak media si Kudus saat berziarah di makam RM Sosro Kartono di pemakaman Sedo Moekti, Kaliputu, Kudus dalam rangka HPN (Foto: My)

KUDUS – Dalam rangka memperingati, Hari Pers Nasional tahun 2022, sejumlah wartawan di Kabupaten Kudus melakukan ziarah ke makam R.M. Sosrokartono di komplek makam keluarga Pesarean Sedo Moekti, Desa Kaliputu, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Rabu (9/02/2022).

Kunjungan ke makam ini sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh nasional yang pernah pula menjadi wartawan perang dunia I sekitar tahun 1917 di media The New York Herald Tribune.

Seperti diketahui Drs Raden Mas Panji Sosrokartono (10 April 1877 – 8 Februari 1952) adalah wartawan perang asal Indonesia yang juga merupakan putra ketiga dari Bupati Jepara, R.N.A.A. Sosroningrat ini, sekaligus kakak dari RAA Kartini.

Sekretaris PWI Pokja Kudus, Ali Bustomi, menyampaikan, kegiatan ziarah ini menjadi bentuk mengenang jasa Sosrokartono sebagai salah tokoh wartawan yang pernah tersohor karena liputannya di masa perang dunia satu.

“Ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan wartawan Kudus tiap memperingati HPN. Kita melakukan ziarah ke Makam Sosrokartono, Sosok ini adalah kakak kandung RA Kartini dan tercatat sebagai legendaris wartawan,” tuturnya.

Dengan melakukan ziarah ini, lanjut Tomi, wartwan Kudus diharapkan bisa meneladani sosok dari Sosrokartono. Seperti, tingginya pengetahuan yang dimiliki serta kemampuan berbahasanya. Yang kemudian, bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kami wartawan Kudus bisa meneladani apa yang diperjuangkan oleh Beliau,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Kunci Pesarean Sedo Moekti, Temu Sunarto, menyampaikan, bahwa Sosrokartono adalah seseorang yang memiliki pemikiran cerdas. Dimana, semasa kuliah, Sosrokartono hanya melakoni kurang tiga tahun sudah menyandang gelar doktor di Leiden, Belanda.

“Eyang Sosro itu belum ada 3 tahun itu sudah menyandang gelar doktorandus (Drs.),” ujarnya.

Menurut cerita, Sosrokartono juga memiliki ilmu yang tinggi dalam menjadi wartawan legendaris pada jaman perang dulu. Temu mencontohkan, pada waktu ada musyawarah rahasia yang dijaga ketat oleh para penjaga pada masa perang dulu, Sosrokartono bisa menyusup dan menerbitkan surat kabar yang berisi hasil dari musyawarah rahasia tersebut.

“Padahal dijaga ketat dan siapapun tidak diperbolehkan masuk, tapi eyang Sosrokaryono bisa masuk tanpa ketahuan penjaga. Dan musyawarah rahasia tersebut langsung terbut di surat kabar pada keesokan harinya,” terangnya. (My/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.