PWI Pati Lakukan Observasi Potensi Desa Di Jrahi Gunungwungkal Pati

oleh -365 Dilihat

 

Pati isknews.com-Wartawan Pati yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan observasi di Desa Jrahi Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati Sabtu, (26/11). Kegiatan observasi yang dipimpin Agus S (Jateng Pos) diikuti oleh beberapa wartawan diantaranya M Efendi (Suara Merdeka), Horor (Metro Jateng), Lismanto (Murianews), Neulin (Harian Pati), Alwi (Kedaulatan Rakyat), Tedy (Radio Suara Pati) dan Warno (isknews). bertujuan untuk memahami sampai sejauh mana kondisi dan potensi yang ada diwilayah desa tersebut.

Kegiatan ini disambut baik oleh Pemerintah Desa setempat, penyambutan dilakukan oleh Perangkat Desa dikantor Kepala Desa. Setelah rombongan wartawan sampai di balai desa, kemudian rombongan wartawan berdialog dengan Perangkat Desa terkait dengan kondisi dan potensi desa yang nantinya bisa untuk dikembangkan menjadi suatu potensi yang mempunyai dampak terhadap kemajuan desa maupun nilai tambah terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Supardi Kaur Keuangan menjelaskan, terkait kondisi dan potensi desa. Secara geografis Desa Jrahi berada di sebelah barat laut dan berjarak kurang lebih 10 Km dari pusat kota kecamatan Gunung Wungkal. Desa Jrahi merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Pati, karena diwilayah desa tersebut banyak terdapat destinasi wisata yang perlu dikembangkan. salah satu obyek wisata yang paling menarik adalah air terjun Grenjingan Sewu, selain air terjun Grenjengan Sewu wilyah Desa Jrahi juga terdapat Pancuran 9 Embung serta tempat peribadatan umat Budha yaitu Wihara.

bicara soal toleransi dan damai, Masyarakat Desa Jrahi tidak hanya slogan namun masyarakat Desa Jrahi dari jaman dulu dan secara turun-temurun bahkan sampai sekarang sudah melakukanya atau dipraktekan dalam realitas kehidupan sehari-hari, hal ini dibuktikan disaat tiba hari raya baik lebaran Idul Fitri, Hari Raya Natal Dan hari besar uamat Budha Mereka antar umat beragama saling gotong- royong bahu membahu untuk menyelesaikan pekerjaan disetiap salah satu penganut agama. misal, Ketika hari raya Idul Fitri tiba tidak hanya umat muslim saja yang merayakan akan tetapi umat lainya seperti Kristen Protestan, Katholik, Budha dan aliran kepercaayaan ikut merayakan atau ikut secara langsung mennyemarakan Hari Raya Idul Fitri. mereka melakukan sama menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan lebaran seperti kue lebaran bahkan menyiapkan amplop kecil yang diisi uang (ampao) untuk dibagikan kepada anak-anak yang berkunjung ke rumah. semua umat beragama saling mengakui persamaan haq dan kewajiban diantara satu dengan yang lainya apalagi terkait persoalan agama yang merupakan haq asasi manusia. budaya toleransi dan damai inilah yang membuat masyarakat Desa Jrahi bisa hidup bergandengan rukun damai dan tidak pernah muncul persoalan Intoleransi, miskipun masyarakat Desa Jrahi sangat majemuk dengan latar belakang yang menganut berbagai agama dan aliran kepercayaan.” Jelasnya.

Masyarakat Desa Jrahi kebanyakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari mengandalkan dari hasil cocok tanam atau sebagai petani, hasil pertanian yang diunggulkan masyarakat Desa Jrahi adalah pertanian Padi, dan kacang-kacangan atau palawija, dari sektor perkebunan tanaman buah kopi merupakan tanaman yang bisa diharapkan, biasanya tanaman dari jenis kopi ini yang memberikan hasil maximal dibanding dengan tanaman perkebunan lainya. (wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :