Kudus, isknews.com – Kolaborasi antara warga, relawan, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali terbukti efektif dalam menangani kondisi darurat.
Hal ini terlihat dalam aksi cepat perbaikan rumah milik Yanto (65), warga Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, yang atap rumahnya ambrol akibat hujan deras pada Selasa malam, 27 Mei 2025.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung proses perbaikan rumah tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan warga yang bahu-membahu melakukan perbaikan sejak pagi hari.
“Ini bentuk nyata gotong royong. Dari BSN (Bodyguard Serigala Nusantara) melakukan inisiatif kemanusiaan, lalu Pemkab Kudus melalui BPBD bantu galvalum dan genteng. Warga sekitar juga ikut menyumbangkan tenaga,” ujar Sam’ani saat menyambangi relawan yang sedang bergotong royong melakukan perbaikan, Kamis (29/5/2025).
Bupati menyebut bahwa penanganan rumah tidak layak huni, khususnya yang terdampak bencana atau kerusakan berat, menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia memastikan Pemkab Kudus terus bergerak menyelesaikan kasus-kasus serupa dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita terus upayakan agar semua rumah tak layak huni bisa menjadi layak huni. Selain anggaran dari APBD, kami juga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan melalui program CSR seperti dari PT Djarum, PT Nojorono, Bank Jateng, dan Dinas PKPLH,” jelasnya.
Dalam kasus rumah milik Yanto, respons cepat tidak hanya datang dari pemerintah, tapi juga komunitas. BSN Kabupaten Kudus mengerahkan 17 relawan yang sejak pagi sudah berada di lokasi. Mereka membantu menaikkan rangka atap dan genteng rumah.
“Kami mulai perbaikan sejak pukul setengah tujuh pagi. Total butuh sekitar 2.000 genteng. Beruntung bantuan dari BPBD langsung turun, sehingga pekerjaan bisa dimulai tanpa hambatan,” ujar Ketua BSN Kudus, Joko Susilo.
Ia menambahkan, jika ada kekurangan material, pihaknya sudah mendapat komitmen dari BPBD Kudus untuk terus berkoordinasi. Menurutnya, sinergi ini sangat penting karena bisa mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak.
Yanto sendiri tak kuasa menahan rasa haru. Ia menyampaikan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan, terutama atas perhatian langsung dari Bupati Kudus.
“Saya bersyukur semua selamat. Saat kejadian saya sedang tidur sendiri di kamar, tiba-tiba terdengar suara keras. Tetangga langsung teriak memberitahu,” kenangnya.
Ia mengatakan, saat kejadian, istrinya sedang tidak di rumah karena bekerja. Meski rumah bagian depan rusak parah, tidak ada korban jiwa. Kini, berkat gotong royong relawan dan dukungan pemerintah, rumahnya mulai kembali berdiri.
Bupati Sam’ani juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan perangkat desa agar proaktif melaporkan rumah warga yang dalam kondisi tidak layak huni, agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan.
“RT dan RW jangan menunggu. Kalau ada yang tahu rumah tidak layak, segera laporkan agar bisa kita tangani bersama. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga,” tegasnya.
Seperti diketahui, relawan Bodyguard Serigala Nusantara (BSN) pada pemilihan Bupati Kudus merupakan salah satu ormas yang bergabung dalam tim pemenangan Bupati Sam’ani – Bellinda di masa Pilkada pada waktu lalu. (YM/YM)










