Isknews.com (21/7/15) Iqbal Fawwaz Ramadhan Remaja berprestasi kelahiran Kudus Jawa Tengah ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz Alqur’an-nya sejak masih sekolah di Nurul Fikri boarding school Lembang (SMP).
Saat baru masuk sekolah, Iqbal termotivasi oleh gurunya, yang mengatakan bahwa biasanya di setiap rumah orang Kudus ada penghafal Alqur’an. Maka sejak itu, Iqbal yang malu karena tidak menjadi orang Kudus yang hafidz mulai berusaha menghafal dengan serius.
“Saya juga merasa terlalu banyak menyusahkan orangtua. Nggak ada yang bisa saya berikan lagi di dunia, tapi saya masih punya harapan di akhirat dengan hafalan qur’an ini,” ujar Fawwaz.
Aktivitas Fawwaz setelah hafal Alquran 30 juz pun dilanjutkan dengan muraja’ah rutin.Fawwaz tercatat sebagai siswa akhir kelas akselerasi SMA Negeri 3 Bandung.
Saya ingin membuat remaja-remaja lebih dekat dengan Alquran,” harap Fawwaz. “Teringat perkataan Agus Salim yang bilang, ‘Jika pemuda suatu bangsa tidak didekatkan dengan Alqur’an dan Assunnah, tunggu kehancuran bangsa tersebut.’”
Bagaimana pun juga, Alqur’an adalah cahaya.“Kita hidup di dunia itu gelap banget. Semua yang kita butuhkan di ruangan itu ada, dan kita nggak bisa ngapa-ngapain di ruangan itu kalau nggak ada cahaya.
“Alquran lah cahayanya. Jadi sedikit saja interaksi dengan Qur’an akan membantu kita di dunia ini.
Semakin sering interaksi kita dengan membaca Al-Qur’an, cahaya itu akan makin luas… cahaya itu akan membuka semua jalan
Semoga bermanfaat…!!
Mudahan-mudahan Allah selalu mempermudah langkah kita, di manapun dan dalam keadaan apapun kita berada. Aamiinn..






