RendangMu, Inovasi Lazismu Olah Daging Kurban Jadi Makanan Kaleng Siap Edar ke Wilayah Rawan Pangan

oleh -364 Dilihat
Manager Lazismu Kudus, Ravitri Harvian, dan kaleng Rendangmu yang menjadi inovasi Lazismu untuk distribusi daging korban hingga mencapai wilayah Wilayah 3T wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.Indonesia (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Program RendangMu menjadi terobosan inovatif dari Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Tengah dalam pengelolaan hewan kurban yang lebih efektif, tahan lama, dan merata.

Alih-alih dibagikan dalam bentuk daging segar, qurban melalui program ini diolah menjadi rendang kaleng yang tahan hingga dua tahun dan dapat dikirim ke wilayah rawan pangan maupun terdampak bencana.

Program inovatif bernama RendangMu yang diinisiasi yang dilakukan oleh Lazismu Jawa Tengah sejak lima tahun lalu dan kini juga telah diaplikasikan oleh Lazismu Pusat, membuktikan bahwa ibadah qurban bisa berdampak jauh lebih lama, menjangkau wilayah rawan pangan, zona bencana, hingga luar negeri.

Tak seperti penyaluran daging qurban konvensional yang cepat basi dan distribusinya terbatas, program Qurbanmu 1446 H dari Lazismu hadir dengan pendekatan berbeda: mengolah daging kurban menjadi rendang kaleng yang higienis, tahan hingga dua tahun, serta mudah disalurkan ke mana pun dibutuhkan.

Program ini bukan sekadar gagasan, tapi sudah terwujud nyata. Diproduksi oleh pabrik mitra profesional seperti PRONAS, produk RendangMu telah mengantongi sertifikasi halal MUI dan izin edar dari BPOM, memastikan kualitas dan keamanannya.

Menurut Manajer Lazismu Kudus, Ravitri Harvian, di Kudus, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Lazismu Kudus mencatatkan capaian luar biasa dengan menghimpun dana sebesar Rp 311.000.000, melampaui target awal Rp 206.752.501 atau setara 150,42%.

“Alhamdulillah, capaian ini sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kudus semakin peduli terhadap pengelolaan qurban yang berdampak luas dan berkelanjutan. Capaian ini menempatkan Lazismu Kudus di peringkat ke-6 tertinggi dari 40 kantor se-Jawa Tengah.” ujar Ravi, Manajer Lazismu Kudus saat ditemui di kantor Lazismu Kudus, Rabu (4/6/2025).

Lebih dari sekadar urusan teknis pengalengan, RendangMu dirancang untuk menjawab tantangan distribusi daging qurban di wilayah terpencil, seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta wilayah konflik dan bencana seperti Palestina dan Sudan.

Dalam skala provinsi, program ini juga menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 3 Juni 2025 pukul 15.00 WIB, Lazismu Jawa Tengah telah menghimpun Rp 6.120.939.500, atau 89,82% dari total target Rp 6.814.586.813. Ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap sistem kurban yang lebih transparan dan efisien.

“Tak hanya soal distribusi, program ini juga menciptakan efek ganda. Ini bukan hanya distribusi makanan. Program ini juga memberdayakan UMKM binaan Muhammadiyah dan bahkan membuka peluang beasiswa dari surplus dana kurban,” lanjut Ravi.

Sistemnya pun dibuat transparan dan profesional. Setiap pekurban shohibul Qurban akan menerima bukti rendang kaleng, lengkap dengan laporan dokumentasi proses pemotongan, produksi, hingga distribusi.

Untuk masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi, Lazismu membuka peluang melalui skema patungan Rp 3 juta, atau satu ekor sapi senilai Rp 21 juta. Pembayaran dapat dilakukan via QRIS maupun transfer langsung ke rekening resmi Lazismu Jateng.

Informasi lebih lanjut tersedia di nomor 0813-9035-9827 atau 0812-2850-7508.

Keberhasilan di Kudus tentu tidak lepas dari dukungan penuh jaringan Muhammadiyah, amal usaha pendidikan, masjid, dan para relawan yang menyosialisasikan program hingga ke tingkat ranting dan desa. Kolaborasi yang terstruktur ini menjadi kunci tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya qurban yang berkelanjutan.

Program ini juga menjawab kebutuhan di era bencana iklim dan ketidakpastian geopolitik. Dengan stok rendang kaleng yang siap kirim ke mana saja, Lazismu memiliki fleksibilitas untuk segera bergerak saat bencana melanda atau ketika krisis kemanusiaan membutuhkan bantuan cepat.

“Dengan RendangMu, Lazismu tidak hanya menyalurkan kurban. Kami menyalurkan harapan, nutrisi, dan keberkahan yang tidak habis dalam satu hari, tetapi bisa menjangkau bulan bahkan tahun ke depan. Maka tak heran jika kampanye bertajuk “Berkurban Tahan Lama dan Berdampak Luas” ini kian diminati, ” tutur Ravi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.