Lazismu Kudus Gelar Pelatihan Ternak Kambing Bagi Marbot, Takmir Masjid dan Guru Madin

oleh -1,024 kali dibaca
Instruktur pelatihan peternak kambing dari Fatabar Farm Grobogan, saat memberikan materinya kepada para peserta (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dalam upaya memberdayakan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya ternak kambing, terutama dalam mengoptimalkan potensi pakan lokal yang modern. Lazismu Kudus bersama Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kudus menggelar kegiatan pelatihan ternak kambing menggandeng instruktur profesional dari pemilik Fatabar Farm Grobogan, Jumat (09/09/2022).

Sedikitnya 32 marbot dan takmir masjid mengikuti pelatihan dan pemberdayaan ternak kambing, di Sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus, Jumat (9/9/2022).

Manajer Lazismu Kudus Olga Ema Ratnaningrum Noor menyampaikan, pelatihan ini menggunakan dana zakat dari masyarakat dengan anggaran sekitar Rp 60 juta. Oleh karena itu, katanya, para peserta pelatihan diutamakan bagi masyarakat yang berhak menerima zakat.

Manajer Lazismu Kudus, Olga Ema Ratnaningrum Noor (Foto: YM)

“Pelatihan ini diberikan khususnya bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah SWT di antaranya para marbot masjid, takmir, dan guru-guru madin. Sehingga harapannya pelatihan itu dapat bermanfaat bagi mereka,” ujar dia.

Dijelaskannya, tujuan pelatihan ini untuk memberdayakan masyarakat agar bisa memiliki usaha ternak kambing sendiri. Pasalnya, melalui pelatihan ini para peserta diajarkan cara merawat ternak kambing, membuat pakan ternak dan lain sebagainya.

“Materi ternak kambing ini dipilih karena dinilai yang paling mudah untuk dilaksanakan bagi mereka. Untuk itu kami memberikan pelatihan tersebut mulai dari merawat kambing sampai memberdayakannya. Mudah diterima dan diikuti oleh masyarakat. Bahkan, saat awal dibuka pendaftaran, pendaftarnya sangat antusias sampai 100 orang,” ungkapnya.

Kemudian, dipilih 32 orang peserta untuk mengikuti pelatihan. Setelah itu, dipilih 10 orang peserta yang akan diberi bantuan satu ekor kambing dan dibuatkan kandang kambing.

“Untuk kegiatan pelatihan ada empat kali pertemuan. Sedangkan untuk pendampingan akan berlangsung selama sekitar satu tahun. Kesepuluh peserta yang terpilih akan diajak mengunjungi peternakan kambing dan diberi bantuan satu ekor kambing serta dibuatkan kandang untuk kambing ternaknya,” paparnya.

Peserta yang diberi bantuan tersebut dipilih dan diverifikasi berdasarkan bakat dan minatnya di bidang ternak kambing. Olga menyebut, kesepuluh peserta terpilih itu total akan mendapat bantuan masing-masing senilai Rp 4-5 juta.

“Kalau anggaran untuk seluruh kegiatan pelatihan ini sekitar Rp 60 juta,” ujarnya.

Lazismu Kudus, menurut Olga hingga bulan Agustus 2022, realisasi penghimpunan zakat, infak dan sedekah mencapai sekitar Rp 1 miliar. Targetnya sampai akhir tahun 2022, realisasi pemasukannya mencapai sebanyak Rp 1,6 miliar.

“Kami optimistis mencapai target pada akhir tahun. Tahun 2021 yang lalu juga kami mencapai target sebesar Rp 1,2 miliar,” ujarnya.

Sedangkan untuk penyalurannya kepada penerima yang berhak, kata dia, sudah mencapai sekitar 50 persen.

“Dana yang dihimpun kalau tidak disalu‎rkan tahun ini, akan diakumulasikan pada tahun berikutnya.

‎‎Sementara itu, Heri Kiswan‎to (42) Warga Colo,‎ Dawe, Kabupaten Kudus, salah satu peserta pelatihan tertarik mendaftar dan mengikuti pelatihan untuk menambah pengetahuan.

“Saya ingin belajar lagi caranya membuat pakan yang baik untuk ternak kambing,” ujarnya.

Dia berharap, bisa terpilih untuk mendapatkan bantuan ternak dan kandang kambing pada program tersebut.

Heri Kiswan‎to Warga Colo,‎ Dawe, Kabupaten Kudus salah satu peserta pelatihan Ternak Kammbing yang diselenggarakan oleh Lazismu Kudus (Foto: YM)

“Dulu saya punya empat ekor, tapi sekarang sudah habis. Mudah-mudahan nanti bisa dapat bantuan,” katanya.

Dia mengaku terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan ternak kambing dan menyebut, melalui kegiatan ini dirinya bisa belajar cara beternak kambing seperti yang ada di peternakan besar.

“Sebelumnya sudah pernak ternak kambing, tapi pengen belajar lagi supaya bisa bikin peternakan yang maju. Terutama saya ingin tahu cara membuat pakan yang modern, kalau pakan manual yang tradisional itu kan sudah biasa,” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.