Kudus, isknews.com – Rasa haru, tawa, dan nostalgia menyatu dalam Reuni ke-33 Alumni SMA Negeri 3 Kudus Angkatan 1992 yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, di PDKT Resto & Cafe, Kudus. Puluhan alumni kembali berkumpul setelah lebih dari tiga dekade berpisah, membuktikan bahwa ikatan persahabatan masa sekolah tetap terjaga hingga kini.
Sebanyak 90 alumni hadir dalam kegiatan tersebut. Reuni ini semakin istimewa dengan kehadiran 10 bapak dan ibu guru purnatugas, dengan rentang usia antara 60 hingga 89 tahun. Pertemuan antara murid dan guru itu menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Aji selaku Humas panitia menyampaikan bahwa acara berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak.
“Alhamdulillah, reuni ini bisa terlaksana dengan baik berkat kekompakan teman-teman alumni dan dukungan dari Adhi Karya, Tri Cahyo Sampit, Basuki Papa Cookies, ISKnews.com, serta Iwan Foto Gelora Kudus yang mendukung publikasi dan dokumentasi,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bapak Didik, salah satu guru SMA 3 Kudus, menegaskan bahwa reuni ini bukan sekadar temu kangen, melainkan sarana mempererat silaturahmi.
“Reuni ini menjadi ajang silaturahmi agar kita semua tetap sehat, dilancarkan rezekinya, dan selalu berjiwa muda meski usia terus bertambah,” kata Bapak Didik di hadapan para alumni.
Momen paling berkesan datang dari Guru Olahraga legendaris SMA 3 Kudus, Bapak Barkah (76). Dengan gaya santai dan penuh humor, ia mengenang metode unik yang pernah diterapkannya saat mengajar pada tahun 1992.
“Dulu kalau ada murid yang bertengkar, tidak saya hukum. Saya pertemukan di lapangan, pakai sarung tinju, ditonton semua siswa dan guru. Tidak ada yang menang atau kalah, yang penting damai,” kenangnya, disambut tawa dan tepuk tangan para alumni.

Bapak Barkah juga menyebut salah satu murid yang dahulu dikenal nakal, namun kini sukses.
“Mustakim itu dulu termasuk bandel, tapi sekarang alhamdulillah jadi PNS dan Kepala Desa Wergu Kulon. Itu bukti bahwa anak-anak kita semua punya masa depan,” tuturnya dengan bangga.
Reuni ditutup dengan doa bersama dan harapan agar silaturahmi tetap terjaga. Salah satu alumni menyampaikan optimisme untuk kembali berkumpul di masa depan.
“Semoga kita semua diberi kesehatan dan umur panjang, sehingga bisa reuni lagi di tahun 2050,” ucapnya.
Lebih dari sekadar pertemuan, Reuni ke-33 Alumni SMA 3 Kudus Angkatan 1992 menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai persahabatan, kenangan, dan pelajaran hidup yang abadi. (*)







