Riak Pilkades Desa Ngembalrejo Bae, Kedua Kubu Sudah Bersalaman

oleh

Kudus, isknews.com – Meski Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak telah usai pada 19 November 2019 lalu, namun riak-riak pertikaian antar pendukung masih berasa pekan pekan sesudahnya. Hal itu juga terjadi di Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae Kabupaten Kudus.

Pertikaian di Desa ini bahkan juga diwarnai isu antar golongan yang dihembuskan sejumlah pihak ke warga di Desa tersebut.

Atas hal tersebut pagi tadi telah dilaksanakan MOU mediasi simpatisan/pendukung calon paska pilkades di Desa Ngembalrejo, tentang kesepakatan selalu menjaga kondusifitas wilayah yang di selenggarakan oleh panlih Desa Ngembalrejo.

Kedua Kubu saudah saling berjabatan tangan antara Zakaria dan Taufan Hapsororo usai bersitegang pasca Pilkades (Foto: ist)

Kedua kubu sudah bermaaf-maafan, berjabatan tangan dan menandatangani kesepakatan damai dengan di lampirkan surat pernyataan.

Pertemuan perdamaian yang juga dimediasi oleh Kapolsek, Camat dan Danramil Bae tersebut berawal dari pernyataan kasar dan menyinggung yang dilontarkan kubu Zakaria (cakades nomor urut 2) atas kekalahan Taufan Hapsoro (cakades nomor urut 1) dalam Pilkades Ngembalrejo 2019. Berhasil menyulut amarah para pendukung Taufan, hingga membuat geger masyarakat.

TRENDING :  Kampanye Cegah Anemia, Ribuan Siswa SMA NU Al Ma'ruf Kudus Minum Tablet Tambah Darah

Bertempat di Balai Desa Ngembalrejo, Rabu (27/11/2019) Taufan dan relawannya mengajukan 7 gugatan atas sikap tidak menyenangkan yang dilakukan relawan Zakaria.

Adapun tujuh tuntutan itu antara lain, permintaan maaf Sumaji Abdul Latif atas perkataan dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukannya pada M. Taufik dan Jambu Bol. Lalu permintaan maaf Zufiqoti atas intimidasi yang dilakukan pada para calon pemilih terkait tahlilan pada pelaksanaan Pilkades.

Pengakuan dan permintaan maaf dari Panitia Pemilih (Panlih) dan perangkat desa atas ketidaknetralannya dalam Pilkades lalu. Permintaan maaf Zakaria, atas tindakan tidak menyengkan yang dilakukan relawannya.

Terkahir pengusutan, pegakuan dan permohonan maaf atas isu profokatif yang membawa nama ormas NU da Muhammadiyah yang dihembuskan kubu Zakaria selama proses Pilkades.

TRENDING :  Basarnas Belum Temukan Nelayan Korban Kapal Pecah

Menghadirkan Camat Bae Mintoro AP, Kapolsek Bae AKP Ngatmin dan relawan antar kedua kubu. Kegiatan audiensi berjalan cukup alot. Pasalnya, sebagian besar relawan Zakaria tidak mau mengakui kesalahan yang diperbuatnya.

“Saya sudah berjanji tidak akan memperpanjang masalah ini. Asalkan kalian mau jujur mengakui kesalahan dan meminta maaf,” ujar Taufan dihadapan puluhan peserta audiensi.

Dihadapan masyarakat, dia mengaku telah berbesar hati menerima kekalahannya dalam Pilkades lalu. Dan berjanji tidak akan melayangkan gugatan ke instansi manapun atas dugaan pencurian kecurangan yang dilalukan kubu Zakaria selama proses Pilkades.

Menurutnya, tuntutan yang diajukan tak lain sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat Ngembalrejo. Agar kedepan kondusifitas di manyarakat dapat kembali membaik dan pelaksanaan Pilkades di tahun 2025 bisa lebih baik lagi.

“Okelah Pilkades tahun ini dipenuhi dengan kecurangan dan isu-isu sara. Harapan kami Pilkades kedepan bisa berjalan dengan lebih baik,” harap dia.

TRENDING :  Kerbau di Kudus Mengamuk Saat Dinaikkan Truk, Terpaksa Ditembak Polisi

Sementara itu, AKP Ngatmin, Kapolsek Bae yang hadir sebagai moderator mengatakan bahwa isu sara memang memiliki multi tafsir. Bagi mereka yang menang, hal semacam itu mungkin dinilainya sebagai sesuatu yang wajar. Sementara bagi mereka yang kalah hal itu dimaknai sebagai suatu hujatan.

“Tetapi mereka sudah baik. Mau berbesar hati, mengakui kesalahan dan saling memaafkan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Camat Bae, Mintoro. Menurutnya, polemik ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kedua pihak, Panlih dan Pemerintahan Desa Ngembalrejo untuk kedepannya.

“Setelah audiesi hari ini, saya harap kehidupan masyarakat Ngembalrejo dapat kembali kondusif. Dari kubu Zakaria juga sudah mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan melakukan hal itu kembali yang dibuktikan dengan surat bermatrai,” pungkas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :