Ribuan Anak PAUD di Kudus Ikuti Gerakan Cerdas Bergerak untuk Masa Depan Lebih Sehat

oleh -371 Dilihat
Anak-anak PAUD antusias mengikuti rangkaian aktivitas motorik dalam Gerakan Cerdas Bergerak di GOR Djarum Arena, Kudus. (Foto: Bakti Pendidikan Djarum Foundation)

Kudus, isknews.com – Ribuan anak dari 15 satuan PAUD di Kabupaten Kudus mengikuti Gerakan Cerdas Bergerak, sebuah rangkaian kegiatan stimulasi fisik-motorik yang digelar pada Jumat (5/12) hingga Minggu (7/12). Kegiatan ini bertujuan menanamkan budaya gerak aktif sejak usia dini demi membentuk generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Program Penguatan Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia Dini telah melibatkan sejumlah sekolah mitra di Kabupaten Kudus. Pada tahun 2024, program ini bekerja sama dengan lima satuan pendidikan, yaitu PAUD Terpadu Kalirejo, TK PG Rendeng, RA Nurul Haq, TK Cahaya Nur, dan TK Masehi.

Memasuki tahun 2025, jangkauan program diperluas dengan menggandeng sepuluh lembaga baru, yakni TK Pertiwi 02 Peganjaran, TK Pertiwi Purworejo 1, RA Miftahul Falah, RA Attarbiyatul Islamiyah, RA Miftahul Huda, TK M.NU Roudlotut Tholibin, TKIT Umar Bin Khatab, TK Kanisius, RA Nurul Yasin, serta RA Muslimat NU Tarbiyatul Wildan, sehingga semakin banyak anak usia dini yang mendapatkan manfaat stimulasi fisik motorik.

Gerakan Cerdas Bergerak hadir kembali di Kudus di tengah keprihatinan nasional terkait rendahnya aktivitas fisik pada anak. Data menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia berusia di atas 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Di Kudus, survei Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) mengungkapkan 55% remaja usia 15 tahun hanya berolahraga satu kali seminggu atau bahkan tidak sama sekali, angka tertinggi dari 14 kota global yang disurvei.

Bunda PAUD Kabupaten Kudus, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa stimulasi fisik merupakan bagian penting dari perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak.

“Selain belajar bersama guru di sekolah, stimulasi fisik motorik juga salah satu wujud nyata cinta dan perhatian kita untuk anak-anak. Para ibu dan bapak juga harus menjadi lini terdepan dalam membantu tumbuh kembang anak, agar di masa yang akan datang anak-anak kita bisa menjadi generasi yang unggul, tangguh, mandiri, dan membawa kebiasaan baik ini hingga dewasa nanti,” ujarnya saat ditemui di GOR Djarum Arena, Kaliputu Kudus.

Menjawab urgensi tersebut, Bakti Pendidikan Djarum Foundation pada 2024 meluncurkan Program Penguatan Stimulasi Fisik Motorik Anak Usia Dini. Program ini dirancang untuk menumbuhkan budaya gerak melalui pelatihan guru, pendampingan, integrasi aktivitas fisik dalam rutinitas sekolah, serta kelas parenting bagi orang tua.

Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Felicia Hanitio, menyampaikan bahwa intervensi sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak.

“Anak yang aktif mengembangkan keterampilan fisik dan motoriknya memiliki fondasi kuat untuk belajar dan tumbuh optimal. Kami ingin memastikan intervensi sejak usia dini dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga mereka siap bersaing di masa depan,” terangnya.

Pada 2024, program ini melibatkan 45 guru dan 659 peserta didik dari lima PAUD. Di tahun 2025, program diperluas hingga mencakup 100 guru dan 1.942 peserta didik dari 15 PAUD yang didampingi sejak akhir Juni hingga awal Desember 2025.

Dua tahun pelaksanaan program menunjukkan hasil signifikan: kapasitas guru meningkat, partisipasi harian anak dalam aktivitas fisik bertambah, dan durasi bergerak naik dari rata-rata 1–2 jam menjadi minimal 3–4 jam per minggu. Kemampuan fisik anak pun meningkat dari kategori sangat rendah menjadi sedang. Selain itu, aktivitas fisik terbukti mendukung konsentrasi belajar, kepercayaan diri, serta kemampuan kerja sama.

Kegiatan Cerdas Bergerak tahun ini menghadirkan sekolah, guru, orang tua, dan mitra program untuk melihat langsung berbagai aktivitas motorik sederhana namun menyenangkan yang dapat diterapkan di sekolah maupun rumah. Para peserta juga dapat menyaksikan bagaimana program diaplikasikan di satuan PAUD masing-masing.

“Sejak mengikuti program ini, anak saya terlihat jauh lebih aktif, keseimbangan badannya pun lebih baik, dan dia lebih leluasa saat bermain bersama teman-temannya. Ini kegiatan yang sangat positif untuk tumbuh kembang anak,” ujar salah satu orang tua siswa, Andreas Tri Budi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, menyambut baik keberlanjutan program tersebut.

“Selain kebutuhan gizi yang harus terpenuhi, anak-anak juga harus dikenalkan pada kegiatan fisik dan motorik. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan diterapkan lebih luas,” ungkapnya.

“Bakti Pendidikan Djarum Foundation menegaskan bahwa program ini bukan sekadar intervensi jangka pendek, tetapi gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu kesehatan dan pembelajaran anak, khususnya di Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :