Rokok, Kertas dan Bahan Baku Industri Olahan Dominasi Kenaikan Nilai Ekspor di Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Memasuki triwulan ke tiga, transaksi nilai ekpor barang di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan yang signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, transaksi nilai kepor tahun ini mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih.

Dari data Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, pada triwulan ketiga ini, transaksi nilai ekspor di Kudus telah mencapai 3,3 trilyun. Hal ini terjadi diluar ekspektasi, karena biasanya nilai ekspor perusahaan di Kudus berada di kisaran Rp. 1,5 trilyun.

Sejumlah armada ekspor dan impor saat melalui Kota Kretek Kudus (Foto: YM)

Sebagaimana pada tahun 2018, nilai ekpor di Kudus mencapai nilai Rp. 1,4 trilyun. Dan pada tahun 2017, nilai ekpor mencapai Rp. 1,3 trilyun.

TRENDING :  Tingginya Harga Bawang Putih Didalami Satgas Pangan

Kasi Fasilitasi Perdagangan, Dinas Perdagangan Kudus menyebut kenaiakn nilai ekspor dipicu oleh hadirnya sejumlah perusahaan baru di Kudus. Seperti perusahaan pengekspor gula kelapa organik, brikate arang batok kayu, furniture kayu, kopi, beras merah dan beras hitam.

Meski begitu, transaksi nilai ekspor tertinggi di Kudus masih di dominasi oleh sejumlah produk lama. Seperti rokok, kertas, bahan baku industri olahan tembakau dan kayu.

Dia mengungkapkan, trend ekspor di Kudus biasanya mengalami kenaikan pada awal tahun saja. Lalu mengalami penurunan pada triwulan kedua, ketiga hingga triwulan ke empat.

TRENDING :  Memasuki MT-II, Petani Kudus Berharap Hasil Lebih Baik

Namun, kali ini berbeda. Dimana pada awal tahun, trend ekspor di Kudus nampak lesu. Kmudian perlahan mulai menggeliat naik pada triwulan ke dua. Dan mengalami kenaikan signifikan pada triwulan ke tiga dan memasuki triwulan ke empat masih terus mengalami kenaikan.

Selain faktor itu, Teddy menyebut, kenaikan nilai ekspor di Kudus juga dipengaruhi oleh penerapan regulasi baru dari Bea Cukai tentang Kemudahan Impor Tujuan Ekpor (KITE) yang dirilis tahun ini.

TRENDING :  Dongkrak Kinerja Dan Akuntabilitas Instansi Pemerintah, Pemkab Gelar Pelatihan SAKIP

“Di Kudus itu cukup unik, banyak produk-produk ekpor yang bahan bakunya bukan berasal dari kekayaan alam lokal. Melainkan produk dari luar,” ujarnya.

Dicontohkannya, salah satu perusahaan furniture di Kudus yang sebagaian bahan bakunya mengimpor dari luar negeri. Kemudian perusahaan sea food yang bahan bakunya mengambil dari kabupaten sekitar.

“Jadi bahan bakunya mereka datangkan dari luar, lalu diolah di sini. Untuk kemudian di ekspor ke luar negeri,” lanjut dia.

KOMENTAR SEDULUR ISK :